Perusahaan Elon Musk Jadi Milik China, Amerika Ketar-ketir

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa pesawat luar angkasa SpaceX milik Elon Musk mendapat tekanan dari dua senator Demokrat di Amerika Serikat (AS). Senator mendesak Pentagon untuk menggelar penyelidikan mendadak terkait dugaan kedekatan hubungan SpaceX dengan China.

Menurut dugaan yang beredar, para investor China diam-diam mencaplok saham SpaceX, sehingga menimbulkan potensi risiko keamanan nasional.


Senator Elizabeth Warren dan Andy Kim menuliskan surat khusus kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Mereka mengekspresikan kekhawatiran terkait investasi China di SpaceX.

"Investasi ini memicu ancaman keamanan nasional, berpotensi membahayakan infrastruktur militer, intelijen, dan sipil yang krusial," tertulis dalam surat yang dilihat Reuters, dikutip Jumat (6/2/2026).

Para pemangku kebijakan mengutip laporan media dan kesaksian pengadilan yang mengindikasikan bahwa para investor China menggelontorkan pendanaan melalui entitas-entitas di kepulauan Cayman dan British Virgin untuk membeli saham SpaceX.

SpaceX memegang peran sentral dalam infrastruktur keamanan nasional AS. Perusahaan milik orang terkaya di dunia tersebut meluncurkan satelit intelijen dan militer, serta mengoperasikan jaringan komunikasi Starlink yang digunakan Pentagon dan mendukung upaya pertahanan Ukraina.

SpaceX tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Para senator memperingatkan bahwa kepemilikian China di saham SpaceX dapat memicu pembentukan aturan AS yang mengatur kepemilikan, kendali, atau pengaruh asing, yang dikenal sebagai FOCI, mengingat potensi terungkapnya informasi atau teknologi sensitif.

Dalam suratnya, para senator menanyakan Kementerian Pertahanan terkait detail kepemilikan China di saham SpaceX. Selain itu, Kementerian Pertahanan diminta meninjau apakah SpaceX merupakan subjek yang memenuhi persyaratan mitigasi FCI.

Para senator juga mendesak Kementerian Pertahanan untuk menentukan apakah investasi asing harus ditinjau oleh Komite Investasi Asing di AS. Mereka meminta respons dari Kementerian Pertahanan pada 20 Februari 2026 mendatang.

Sebagai informasi, baru-baru ini SpaceX mengakuisisi xAI yang sama-sama merupakan perusahaan milik Musk. xAI adalah perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berupaya melawan dominasi ChatGPT dari OpenAI.

Musk mengatakan penyatuan SpaceX dan xAI merupakan integrasi inovasi paling ambisius di Bumi. Sebab, keduanya akan menyatukan kekuatan AI, roket, internet berbasis antariksa, komunikasi satelit langsung ke perangkat mobile, serta merupakan platform kebebasan berpendapat dan informasi real-time terdepan di dunia.

Pada tahun lalu, pengadilan Delaware mendukung keputusan seorang manajer keuangan untuk menghapus investor China dari paket pendanaan untuk membeli saham SpaceX, menurut dokumen pengadilan.

Iqbaljit Kahlon yang mengatur pendanaan tersebut telah mengakui bahwa Leo Investments, perusahaan China yang melantai di bursa, merupakan mitra terbatas dalam paket pendanaan tersebut. SpaceX mengatakan kepada Kahlon bahwa pendanaan tersebut tak bisa diproses jika Leo Investments masih terlibat.

Kahlon akhirnya menghapus Leo Investments dari daftar mitra dan mengembalikan uang US$50 juta yang diberikan.

Pendanaan ini diatur sebagai kendaraan tujuan khusus (SPV), skema umum bagi investor untuk mengumpulkan uang guna membeli saham di perusahaan swasta seperti SpaceX. SPV memungkinkan banyak investor menggabungkan modal menjadi satu kepemilikan saham, sehingga memudahkan perdagangan sebagian kecil saham tanpa perusahaan harus berurusan dengan sejumlah besar pemegang saham individu.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |