Pergerakan Saham Jadi Sorotan BEI, Manajemen HUMI Buka Suara

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menegaskan hingga awal 2026 tidak ada rencana aksi korporasi, divestasi saham, maupun perubahan struktur kepemilikan yang material. Hal tersebut disampaikan oleh manajemen atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) karena pergerakan saham HUMI mebgalami peningkatan signifikan.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, disebutkan bahwa, manajemen tidak mengetahui adanya faktor-faktor khusus yang dapat menjadi sentimen kenaikan harga saham.

"Perseroan tidak mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan harga saham Perseroan," tulis manajemen, Rabu (14/1/2026).

Selain itu, manajemen juga menyampaikan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas gadai saham (repo) yang dilakukan oleh Pemegang Saham Perseroan. "Hingga saat ini Perseroan tidak pernah menerima aliran uang dari pemegang saham Perseroan," ungkapnya.

HUMI juga memastikan bahwa manajemen tidak mengetahui adanya rencana dari pemegang saham mayoritas terkait divestasi, penjualan saham, maupun aksi lain yang dapat mengubah struktur kepemilikan perusahaan.

Terkait perkembangan rencana bisnis, HUMI menyatakan hingga surat tersebut disampaikan kepada BEI, belum terdapat realisasi dari rencana bisnis yang sebelumnya disampaikan perseroan.

Hal ini juga berlaku untuk rencana pengembangan usaha di sektor perkapalan dan charter yang hingga kini masih mengacu pada penjelasan sebelumnya dan belum memasuki tahap eksekusi.

Perseroan juga memastikan tidak ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk sepanjang tahun 2026, baik berupa akuisisi, pelepasan aset, right issue, maupun aksi strategis lainnya.

Berdasarkan lampiran keterbukaan informasi per 31 Desember 2025, pemegang saham pengendali PT Humpuss Maritim Internasional Tbk adalah PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk dengan kepemilikan 76,5% saham. Sisanya sebesar 23,5% dimiliki oleh masyarakat, masing-masing dengan porsi kurang dari 5%.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |