Jakarta -
Jelang masa mudik Lebaran 2026 dan Hari Raya Nyepi 2026, layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan mengalami penyesuaian operasional. Penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk akan ditutup selama tiga hari pada masa mudik Lebaran dan Nyepi 2026.
Mengutip dari akun Instagram Ditjen Perhubungan Laut (@djplkemenhub151) dan Kementerian Perhubungan RI (@kemenhub151), penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan tutup pada tanggal 18, 19, dan 20 Maret 2026. Tidak ada penyeberangan selama tiga hari.
Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2026/1447 H.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadwal Penghentian Operasional
Berikut ini jadwal penghentian operasional penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk pada tanggal 18, 19, dan 20 Maret 2026.
- Pelabuhan Ketapang
Rabu 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB sampai Jumat 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB - Pelabuhan Gilimanuk
Kamis 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA sampai Jumat 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA - Pelabuhan Lembar
Rabu 18 Maret 2026 pukul 21.00 WITA sampai Jumat 20 Maret 2026 pukul 01.30 WITA - Pelabuhan Padang Bai
Kamis 19 Maret 2026 pukul 04.00 WITA sampai Jumat 20 Maret 2026 pukul 11.30 WITA
Dampak dan Antisipasi
- Penutupan terjadi saat puncak arus mudik
- Lokasi parkir dan kantong parkir telah dipetakan
- Pengguna jasa diimbau mengatur ulang jadwal perjalanan
Imbauan untuk Masyarakat
- Rencanakan perjalanan lebih awal
- Hindari keberangkatan mendekati tanggal penutupan
- Pantau informasi resmi dari Ditjen Perhubungan Laut (@djplkemenhub151).
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat lintas sektoral untuk persiapan kelancaran arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026. Sigit mengatakan puncak arus mudik Lebaran diprediksi terjadi dua kali.
Rakor digelar di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026). Rapat ini juga dihadiri Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Waasops Panglima TNI, Kepala BNPB, Kepala BMKG, hingga jajaran Dirut BUMN seperti Pertamina, Jasa Marga, dan Jasa Raharja juga hadir.
Sigit mengatakan puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dua kali. Hal itu sejalan dengan penerapan kebijakan kerja dari mana saja atau work from anywhere oleh pemerintah.
"Prediksi puncak arus mudik (gelombang pertama) ini kemungkinan terjadi di tanggal 14-15 Maret. Kemudian pemerintah melaksanakan WFH, biasanya antara tanggal 16 dan 17 (Maret). Sementara prediksi puncak arus mudik (kedua) ada di tanggal 18-19 Maret," kata Jenderal Sigit.
Dia mengatakan pada periode itu juga ada Hari Raya Nyepi. Sehingga, diperlukan pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali untuk menghormati umat Hindu.
Polri juga memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi dua kali. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret 2026.
"Kemudian prediksi puncak arus balik yang pertama di tanggal 24 dan 25 Maret. Prediksi puncak arus balik kedua 28 sampai 29 Maret," ujarnya.
Lihat juga Video: Melihat Aktivitas Pelabuhan Ketapang Jelang Nataru
(kny/idn)


















































