Penampakan Rektor hingga Warek Unsoed Ditahan KPK Usai Kena OTT

1 hour ago 3
Jakarta -

KPK menahan Rektor Universitas Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq dan dan Wakilnya, Norman Arie Prayogo selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Keduanya ditahan setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Pantauan detikcom di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026) pukul 02.00 WIB, keduanya tampak sudah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK saat turun dari lantai dua ruang pemeriksaan. Saat turun, keduanya didampingi oleh petugas pengawal tahanan (waltah).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain keduanya, ada juga empat tersangka lainnya yang ikut ditahan. Mereka ialah:
- Eko Sumanto selaku Kepala Bagian Akademik Unsoed;
- Dian Mulia Wardhana selaku pihak swasta;
- Adhi Wiharto selaku pihak swasta;
- Mulyono selaku pihak swasta;

Tangan para tersangka pun sudah dalam kondisi terborgol. Mereka lantas langsung digiring ke mobil tahanan KPK.

Diketahui, KPK menetapkan Rektor Universitas Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq (ASO) dan Wakilnya, Norman Arie Prayogo (NAP) selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan sebagai tersangka kasus pemerasan dan gratifikasi dalam proses penerimaan mahasiswa baru. KPK menyebut, Sodiq dan Norman mematok tarif sebesar Rp 650 juta untuk setiap calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran yang ikut seleksi jalur masuk mandiri kampus.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan, pada Agustus 2026, Norman selaku Warek memerintahkan dua orang perantara yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, Dian Mulia Wardhana (DMW) dan Adhi Wiharto (AW), agar mematok harga Rp 650 juta kepada setiap calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran. Perintah Norman pun dilaksanakan oleh Dian dan Adhi.

"Keduanya selaku pihak swasta, diduga meminta uang kepada orang tua calon mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran senilai Rp650 juta," ujar Taufik saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).

Meski telah mematok harga, rupanya para calon mahasiswa baru ini tidak diberikan kepastian lulus dalam seleksi mandiri sehingga bisa masuk sebagai mahasiswa di Unsoed. Para orang tua calon mahasiswa baru pun tidak terima usai anak-anaknya tidak lulus seleksi sehingga meminta uangnya dikembalikan.

Namun permintaan para orang tua ini tidak dapat dipenuhi lantaran uang pemerasan itu telah digunakan oleh kedua perantara, Dian dan Adhi untuk keperluan pribadi mereka. Akhirnya, Norman pun meminjam kepada keponakan Sodiq bernama Mulyono (MYN) untuk bisa mengembalikan uang para orang tua.

(kuf/maa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |