Penampakan Pantai Spanyol Jadi Kamp Darurat, Ratusan Migran Dievakuasi

2 hours ago 2

Polisi Spanyol mengevakuasi ratusan migran dari kamp darurat di pantai Ceuta ke tempat penampungan setelah tinggal di ruang terbuka selama tiga pekan.

Para migran dikawal dari kamp darurat di pantai menuju tempat penampungan resmi di berbagai lokasi di kota tersebut setelah pihak berwenang membersihkan area itumenyusul penyeberangan massal dari Marokodi wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceut

Polisi Spanyol mengevakuasi ratusan migran secara damai dari sebuah kamp darurat di tepi pantai Ceuta pada Kamis waktu setempat. Para migran sebelumnya tinggal di lokasi tersebut setelah melintasi perbatasan Maroko-Spanyol secara ilegal dan massal pada 30 Juli. (REUTERS/Violeta Santos Moura)

Para migran berkumpul di dekat sebuah kamp darurat di tepi pantai untuk dipindahkan ke tempat penampungan resmi di berbagai lokasi di kota tersebut setelah pihak berwenang membersihkan area itu—menyusul penyeberangan massal dari Maroko—di wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, pada 20 Agustus 2026.

Dalam proses evakuasi, polisi mengawal para migran yang membawa barang-barang mereka menuju area parkir di dekat tempat penampungan sementara Loma Colmenar. Sebagian lainnya dipindahkan ke fasilitas Loma Margarita. (REUTERS/Violeta Santos Moura)

Para migran dikawal dari kamp darurat di pantai menuju tempat penampungan resmi di berbagai lokasi di kota tersebut setelah pihak berwenang membersihkan area itu—menyusul penyeberangan massal dari Maroko—di wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, pada 20 Agustus 2026.

Tempat-tempat penampungan tersebut disediakan oleh Kementerian Inklusi, Jaminan Sosial, dan Migrasi Spanyol. Kedua fasilitas itu memiliki kapasitas untuk menampung hingga 1.800 migran. (REUTERS/Violeta Santos Moura)

Polisi berjaga saat para migran berkumpul di dekat kamp darurat di tepi pantai untuk dipindahkan ke tempat penampungan resmi di seluruh kota setelah pihak berwenang membersihkan lokasi tersebut—menyusul penyeberangan massal dari Maroko—di wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, pada 20 Agustus 2026.

Pemindahan dilakukan secara sukarela dan bertujuan memberikan kondisi kehidupan yang lebih layak bagi para migran. Mereka sebelumnya tidur di pantai dan jalanan Ceuta selama lebih dari tiga minggu. (REUTERS/Violeta Santos Moura)

Para migran berkumpul di dekat sebuah kamp darurat di tepi pantai untuk dipindahkan ke tempat penampungan resmi di berbagai lokasi di kota tersebut setelah pihak berwenang membersihkan area itu—menyusul penyeberangan massal dari Maroko—di wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, pada 20 Agustus 2026.

Evakuasi tersebut dilakukan setelah ratusan migran bertahan di kawasan terbuka menyusul gelombang penyeberangan perbatasan pada akhir Juli. (REUTERS/Violeta Santos Moura)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |