Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja negara telah mencapai Rp 227,3 triliun atau mencapai Rp 25,7% dari PDB. Belanja ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menuturkan pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Dengan demikian, dia yakin belanja negara ini akan memberikan kontribusi kepada keseluruhan ekonomi pada kuartal I-2026.
Salah satu pendorong belanja pada awal tahun ini adalah belanja pemerintah pusat, yakni belanja K/L.
"Belanja pemerintah pusat melalui K/L belanjanya Rp 55,8 triliun, dibandingkan Januari 2025, baru Rp 24,4 triliun," kata Suahasil.
Dia menurutkan peningkatan belanja K/L didorong oleh belanja bantuan sosial yang mencapai Rp 9,5 triliun pada awal tahun. Angka ini naik 2 kali lipat dari tahun lalu yang hanya mencapai Rp 4,1 triliun.
"Kita yakini akan memberikan dampak kontribusi growth melalui konsumsi rumah tangga," ujar Suahasil.
Adapun, secara keseluruhan, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 131,9 triliun pada Januari 2026. Angka ini mencapai 53,3%, jauh di atas angka tahun lalu.
"Ini percepatan belanja pemerintah pusat terutama K/L untuk mendukung ekonomi," tegasnya.
Foto: Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)
Materi paparan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan konferensi Pers APBN KITA Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ Kementerian Keuangan RI)
(haa/haa)
Addsource on Google
















































