Pegawai SPPG Dipecat Usai Bikin Status WA 'Rakyat Jelata Kurang Bersyukur'

5 hours ago 3

Purbalingga -

Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purbalingga dipecat usai membuat status WhatsApp 'Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur'. Dia juga diminta membuat video permohonan maaf.

Dilansir detikJateng, Selasa (17/3/2026), tangkapan layar status tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @infopurbalingga.id. Unggahan itu memicu beragam reaksi dari warganet.

Setelah statusnya di WA bikin heboh di media sosial, karyawan itu kemudian memberikan klarifikasi melalui postingan yang diunggah oleh media sosial ini. Dia meminta maaf atas unggahannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya menyadari dan mengakui bahwa apa yang telah saya tulis memanglah tidak benar. Bahasa yang telah saya pakai sangatlah tidak pantas," demikian tangkapan layar yang diunggah pada Senin (16/3/2026).

Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, membenarkan adanya kejadian itu. Dia menyebut postingan dari pegawai SPPG itu dibuat pada Jumat (15/3) sekitar pukul 19.30 WIB. Pegawai SPPG itu kemudian dipecat.

"Betul relawan tersebut dari salah satu SPPG di Kabupaten Purbalingga, yaitu SPPG Purbalingga Karangreja Tlahab Lor 1, Yayasan Samingah Mendidik Indonesia. Dibuat tanggal 15 Maret sekitar pukul 19.30 WIB," kata Mei saat dimintai konfirmasi detikJateng, kemarin.

"Tindak lanjutnya adalah relawan tersebut diberi sanksi diberhentikan dari SPPG dan membuat video permohonan maaf kepada masyarakat," sambungnya.

Simak selengkapnya di sini.

Lihat juga Video 'Waka Komisi IX DPR Desak BGN Sanksi SPPG Beri Lele Mentah di Madura':

(haf/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |