Jakarta -
PT Pegadaian resmi meluncurkan kampanye nasional bertajuk 'Melayani Sepenuh Hati' untuk MengEMASkan Indonesia sebagai bagian dari transformasi layanan secara menyeluruh. Program ini juga menjadi bentuk akselerasi yang didorong oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk memperkuat peran BUMN dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Komitmen transformasi tersebut ditandai dengan penyematan pin 'Melayani Sepenuh Hati' kepada dua perwakilan Insan Pegadaian sebagai simbol kesiapan perusahaan menjadi sahabat masyarakat dalam memberikan solusi keuangan.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan pelayanan merupakan prioritas utama yang harus diberikan perusahaan kepada masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan akan berkontribusi terhadap kinerja perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berkat loyalitas nasabah yang begitu luar biasa, Pegadaian berhasil membukukan kinerja yang positif dan terus bertumbuh. Customer Experience menjadi pondasi utama bagi keberlanjutan perusahaan. Namun, kami merefleksikan kembali, apakah masyarakat benar-benar merasakan dampak dari kinerja keuangan yang Pegadaian hasilkan? Apa angka ini benar-benar mencerminkan kualitas layanan Pegadaian? Untuk itu kami melakukan transformasi layanan guna memastikan nasabah dapat benar-benar terakomodir dan merasakan manfaat dari Pegadaian, khususnya dari segi finansial," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).
Transformasi layanan ini mencakup perubahan pada kultur kerja, digitalisasi proses, hingga standarisasi pelayanan di lebih dari 4.000 outlet Pegadaian di seluruh Indonesia. Perusahaan menekankan tiga aspek utama layanan, yakni Speed (kecepatan pelayanan), Care (kepedulian kepada nasabah), dan Comfort (kenyamanan layanan).
"Dengan komitmen melayani sepenuh hati, seluruh Insan Pegadaian perlu memberikan 3 aspek layanan terbaik bagi nasabah, mulai dari kecepatan untuk memberikan kemudahan dan menunjukkan bahwa kita menghargai waktu nasabah, memberikan kenyamanan untuk memberikan rasa aman bagi nasabah, serta kepedulian untuk membangun sense of belonging nasabah terhadap Pegadaian," lanjut Damar.
Sementara itu, Chief Marketing Officer Danantara Asset Management Dendi Tegar Danianto menilai pelayanan merupakan jiwa (soul) dari sebuah institusi yang dapat diukur melalui Customer Experience (CX) Framework. Ia mengatakan, Danantara memiliki ekspektasi besar untuk mendorong BUMN di bawah naungannya menjadi entitas berkelas dunia melalui layanan unggul, salah satunya Pegadaian.
"Pelayanan bukan sekadar prosedur, melainkan nilai yang hidup dalam setiap individu. Kita perlu memastikan paradigma dan budaya pelayanan itu menjadi pegangan dari para rekan-rekan yang berhubungan langsung dengan konsumen. Dengan CX100 harapannya kita bisa mengukur apa yang dibutuhkan nasabah dan apa yang perlu kita lakukan kedepan, dari experience mereka," ungkapnya.
Transformasi ini melengkapi perjalanan strategis Pegadaian setelah sebelumnya menjalankan transformasi fisik melalui standarisasi outlet, transformasi bisnis melalui layanan Bank Emas, serta transformasi digital melalui peluncuran Tring!.
Kini, Pegadaian memasuki tahap transformasi sumber daya manusia (SDM) yang diawali dengan peluncuran seragam baru, pelaksanaan townhall nasional, serta komitmen nasional, serta komitmen Insan Pegadaian di seluruh Indonesia untuk menyamakan visi 'Melayani Sepenuh Hati'. Transformasi ini sekaligus bertujuan untuk menyelaraskan standar pelayanan di lebih dari 4.000 outlet Pegadaian.
Melalui semangat MengEMASkan Indonesia, Pegadaian menargetkan penguatan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan pelayanan yang tulus, cepat, mudah, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Acara yang digelar pada Selasa (3/3) ini turut dihadiri oleh Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset Management Dendi Tegar Danianto, Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan beserta jajaran dan juga perwakilan Insan Pegadaian.
(akd/ega)

















































