Pedagang Cilok di Bandung Mudik ke Ciamis Jalan Kaki-Numpang Truk

5 hours ago 4

Jakarta -

Seorang pedagang cilok bernama Asep Kumala Seta (31) memutuskan mudik dari Bandung ke Ciamis dengan berjalan kaki dan menumpang truk. Asep mudik dengan cara ini karena keterbatasan biaya.

Dilansir detikJabar, sehari-hari, Asep berjualan cilok berkeliling kampung di kawasan Cibaduyut. Lebaran tahun ini menjadi berbeda. Keterbatasan biaya membuatnya tak mampu membeli tiket untuk pulang.

Namun kerinduan pada sang ibu mendorongnya tetap berangkat menuju kampung halaman di Kabupaten Ciamis, dengan cara berjalan kaki dan menumpang kendaraan seadanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tadi pergi jalan kaki dari Cibaduyut sekitar jam 12 siang, terus naik bus Damri dari Leuwi Panjang sampai Cibiru. Setelah itu uang saya pas-pasan, saya langsung naik truk sampai Rancaekek, dan dilanjut lagi truk lain sampai Nagreg," ujar Asep saat ditemui di depan Pos Pam Cikaledong, Nagreg, Selasa (17/3/2026) malam.

Perjalanan tak selalu berjalan sesuai rencana. Ia sempat mendapatkan tumpangan truk menuju arah Garut, namun kendaraan tersebut justru berbelok ke arah Kadungora. Tanpa pilihan lain, ia turun dan kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga tiba di Cikaledong.

Ia membawa tas ransel berisi pakaian, sepatu, perlengkapan camping, hingga kompor dari kontrakannya. Bekal Lebaran yang ia terima pun sederhana. Ia membawa cilok dan sirop.

Asep mengaku telah berjualan cilok selama dua tahun terakhir. Pola hidupnya pun berulang: bekerja beberapa bulan di Bandung, lalu pulang ke kampung halaman dengan berjalan kaki. "Tapi ini sudah satu bulan lebih penjualan merosot, sehari teh cuma dapet Rp100 ribu, setorannya Rp70 ribu, saya dapet Rp30 ribu," ungkapnya.

Baca berita selengkapnya di sini.

(rdp/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |