PD3 Mencuat karena Serangan AS-Israel ke Iran, Ini Ramalan Nostradamus

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Isu Perang Dunia III (PD3) kembali mencuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Terutama menyusul konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Situasi tersebut memicu kembali perbincangan publik mengenai ramalan kuno karya Nostradamus, yang kerap dikaitkan dengan perang besar dan kehancuran dunia. Dalam karyanya Les Prophéties, Nostradamus menggunakan bahasa simbolik dan metaforis, termasuk gambaran tentang "api dari langit" dan "perang besar", yang oleh sebagian pihak ditafsirkan sebagai pertanda konflik global berskala besar.

Namun para ahli menilai tafsir tersebut tidak dapat dijadikan rujukan langsung untuk membaca kondisi geopolitik saat ini. Karena banyaknya interpretasi.

"Tulisan Nostradamus sangat simbolis dan terbuka untuk berbagai interpretasi. Ia tidak pernah menyebut peristiwa, negara, atau waktu secara spesifik," ujar sejarawan Eropa, Jean Dupont, dikutip Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, ramalan tersebut lebih mencerminkan kegelisahan sosial pada zamannya dibandingkan prediksi konkret tentang masa depan. Pandangan serupa disampaikan analis geopolitik yang menilai kekhawatiran publik terkait perang nuklir masih belum memiliki dasar kuat.

"Tidak ada indikasi nyata bahwa konflik saat ini akan berkembang menjadi perang nuklir atau Perang Dunia III," kata analis keamanan global, Michael Hart.

Ia menambahkan, penggunaan senjata nuklir masih dibatasi oleh pertimbangan kemanusiaan, politik, serta perjanjian internasional yang ketat. Lembaga-lembaga global juga terus mendorong upaya de-eskalasi agar konflik tidak meluas.

Para pengamat menilai, meski tensi geopolitik meningkat, mekanisme diplomasi dan sistem pencegahan global masih berperan penting dalam menahan konflik agar tidak berkembang menjadi perang dunia.

Dengan demikian, meskipun isu Perang Dunia III kembali mencuat seiring memanasnya konflik global, para ahli menegaskan bahwa ramalan Nostradamus tidak dapat dijadikan dasar prediksi atas kemungkinan perang besar di masa depan.

Situasi global dinilai perlu dipahami melalui perkembangan politik dan keamanan terkini, bukan semata-mata melalui tafsir ramalan kuno.

Ketegangan di Timur Tengah sebelumnya dilaporkan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan aksi militer terkoordinasi terhadap sejumlah target strategis di Iran. Serangan tersebut diklaim menyebabkan kerusakan pada infrastruktur penting.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke sejumlah wilayah serta meningkatkan tekanan melalui sekutunya di kawasan, termasuk Hizbullah di Lebanon, dan menargetkan pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk. Dampak eskalasi konflik ini membuat aktivitas publik terganggu, dengan penutupan sekolah dan perbankan di sejumlah wilayah serta penetapan status darurat oleh otoritas setempat.

(tfa/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |