Jakarta, CNBC Indonesia - China mengembangkan produk agar bisa membuat menurunkan suhu di tengah kenaikan suhu panas yang drastis. Beberapa di antaranya bisa membantu pekerjaan petugas kebersihan tetap dalam keadaan dingin saat bekerja berjam-jam.
Produk rompi AC telah digunakan sejumlah "pasukan oranye" yang bertugas membersihkan jalan di Nanjing, China. Tampilan rompi oranye memang mirip dengan rompi biasanya, namun CCTV melaporkan pakaian berwarna oranye itu memiliki kipas kecil di setiap sisinya dengan tiga kecepatan.
Tiap kipas ditenagai power bank portable. Dayanya tahan selama tiga hingga empat jam saat terisi penuh, dan pengecasan selama makan siang cukup untuk penggunaan sepanjang sore.
Seorang pengguna awal, Zhu Wenxian mengatakan rompi sangat berguna untuk mengurangi stres terpapar panas. Meski hanya ada kipas di bagian pinggang, namun rompi itu bisa mendinginkan tubuh bagian atas.
"Suaranya hampir tidak terdengar" ucapnya, dikutip dari Global Times, Kamis (30/7/2026).
Saat awal musim "sanfu", atau tiga hari terpanas sepanjang tahun, lebih dari 20 rompi AC telah didistribusikan ke distrik Xuanwu di Nanjing. Banyak pengguna media sosial yang memuji pakaian kerja tersebut dan meminta menghadirkannya secara nasional.
Sementara itu, Carbon-Based yang berbasis di Shenzhen juga mengembangkan beberapa item yang bisa digunakan untuk mengurangi panas. Mulai dari rompi, cincin leher dan topi yang juga dilengkapi pendingin khusus.
Perwakilan perusahaan, Li Rui menjelaskan teknologi dari semua produk berasal dari perubahan fasa. Material akan menyerap panas, baru akan melepaskan saat suhu mulai turun.
Cara ini efektif agar tidak menghasilkan sistem pendinginan berlebihan dan memicu masalah kesehatan.
Biro Pengelola Kota Nanjing mempromosikan rompi AC tersebut di seluruh kota untuk diberikan ke lebih banyak pekerja kebersihan kota.
'Topi AC' juga dikembangkan provinsi Sichuan. Produk itu bisa mengontrol suhu internal hingga 28,4 derajat Celcius dengan penyesuaian material dan struktur.
Tim peneliti mengembangkannya agar bisa mengontrol refleksi matahari dan radiasi termal. Jadi bisa menghasilkan udara dingin tanpa menggunakan listrik.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]


















































