Pasukan AS Diterjunkan ke Sumatra Selatan, Ada Apa?

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) secara resmi telah menuntaskan Latihan Ksatria Warrior 2026. Latihan yang digelar pada 15 hingga 28 Agustus di Baturaja, Sumatra Selatan, ini menjadi tonggak sejarah baru dalam kemitraan pertahanan kedua negara yang telah lama terjalin.

Mengutip keterangan resmi Kedutaan Besar AS, Sabtu (29/08/2026), agenda strategis ini menggabungkan bantuan kemanusiaan, pembangunan sipil, hingga manuver militer lapangan. Seluruh rangkaian tersebut dirancang khusus untuk memperkuat interoperabilitas dan kesiagaan operasional militer kedua negara.

Upacara penutupan acara ini turut mempertemukan langsung para peserta pelatihan, pejabat pemerintahan Indonesia, serta tamu undangan lainnya untuk menyaksikan kesuksesan latihan gabungan tersebut. Kegiatan ini menyoroti kuatnya komitmen bersama antara AS dan Indonesia dalam memperkuat kerja sama pertahanan sekaligus menjaga keamanan kawasan.

Sebelum latihan utama dimulai, prajurit dari Kompi Konstruksi Vertikal Zeni ke-215 AS meluncurkan Proyek Aksi Sipil Zeni (ENCAP) untuk membangun hubungan erat dengan komunitas lokal. Pada periode 11 hingga 19 Agustus, tentara AS bekerja sama dengan personel militer TNI AD dalam memperbaiki fasilitas sekolah lokal yang selaras dengan program latihan Angkatan Darat Pasifik serta pendampingan kemanusiaan.

Kapten David Carrion dari Garda Nasional Angkatan Darat AS yang ditugaskan pada Kompi Konstruksi Vertikal Zeni ke-215, membeberkan betapa pentingnya misi kolaborasi tersebut.

"Ini bukan hanya latihan militer biasa. Kami sesungguhnya melihat hasilnya secara langsung, bagaimana sekolah berhasil dibangun berkat kerja keras kami dan kemitraan dengan TNI," ucapnya.

Di sisi lain, Mayor Luis Sanchez dari Cadangan Angkatan Darat AS menegaskan bahwa Latihan Ksatria Warrior 2026 merupakan sebuah kesempatan emas. Luis menilai kemitraan strategis ini sangat krusial dalam memperkuat barisan untuk menghadapi dinamika operasi militer di kawasan Indo-Pasifik di masa depan.

"Saat kami memikirkan mengenai ancaman yang akan kita hadapi di Pasifik, sangatlah penting bahwa kita bisa bekerja sama dengan pasukan mitra kita, yang mampu menggabungkan kekuatan, sehingga kita bisa terus menghalau ancaman terbesar kita di Pasifik," tuturnya.

"Melanjutkan kemitraan kita dengan TNI AD dan tentara Indonesia, juga dengan seluruh mitra kita di sini, akan mendukung arah pembangunan, pertumbuhan dan interoperabilitas yang kita ingin capai bersama melalui latihan ini," tuturnya.

Lebih lanjut, interoperabilitas kedua matra darat ini terus berkembang pesat dari tahap pembentukan hubungan menjadi perencanaan operasional melalui Latihan Staf (STAFFEX). Staf batalion diketahui telah sukses merampungkan Proses Pengambilan Keputusan Militer (MDMP), menyusun rencana operasional matang, serta mengeluarkan instruksi langsung kepada kompi-kompi bawahan sebagai persiapan untuk tahap latihan lapangan tingkat kompi.

"Secara keseluruhan, Latihan Ksatria Warrior 2026 menjadi bentuk kerja sama pertahanan Washington dan Jakarta. Hubungan yang semakin erat selama latihan ini diyakini akan berkontribusi besar pada kelanjutan kerja sama militer, membangun kepercayaan, dan menjaga kesiapan operasional demi menangkal ancaman di kawasan Indo-Pasifik," tambah Kedubes AS.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |