Panen 150 Kg Ikan Laku Terjual, Lapas Banjarmasin: Keberlanjutan Ketahanan Pangan

3 hours ago 4

Jakarta -

Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), memanen 150 kg ikan patin dari kolam budi daya ikan yang dikerjakan para narapidana (napi). Hasil panen langsung terserap di pasar, yakni vendor bahan makanan.

"Ini bukan sekadar panen, melainkan hasil dari proses pembelajaran berkelanjutan," ujar Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, dalam keterangan pada Rabu (25/3/2026).

Panen tersebut dilakukan pada Selasa (24/3). "Kami ingin memastikan setiap warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat," sambung Akhmad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Bagus Paras Etika memang mengakui sektor perikanan menjadi fokus Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Dengan kemampuan budi daya ikan yang telah teruji di dalam lapas ini, ia berharap para napi kelak keluar membawa bekal pengetahuan yang dapat menjadi modal kemandirian.

"Kami terus mendorong kegiatan yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi. Harapannya, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan masa depan," ungkapnya.

Soal program ketahanan pangan di kolam ikan nila, salah satu napi berinisial DS mengaku bangga bisa memanen hasil budi dayanya. Ia mengaku terlibat dari proses awal hingga akhir.

"Dari awal sampai panen, kami belajar banyak. Ini menjadi pengalaman berharga dan membuat kami lebih percaya diri untuk melangkah ke depan," tuturnya.

Lapas Kelas IIA Banjarmasin memastikan pembinaan kemandirian napi, sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto, berjalan efektif dan konkret. Harapan terbesar adalah warga binaan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi dan berdaya saing di pasar, bukan hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

Lihat juga Video '3 Jambret Tewaskan Wanita di Bali Ternyata Residivis, Saling Kenal dari Lapas':

(aud/knv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |