Jakarta, CNBC Indonesia - Kuwait mengumumkan sistem pertahanan udaranya mencegat serangan rudal dan drone yang disebut sebagai serangan "musuh" pada Rabu (3/6/2026). Insiden terbaru ini terjadi ketika negara kaya minyak tersebut terus berada dalam bayang-bayang konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Militer Kuwait menyatakan bahwa sistem pertahanan udara negara itu aktif menghadapi serangan yang datang pada malam hari. Otoritas setempat juga memastikan bahwa suara ledakan yang terdengar di sejumlah wilayah berasal dari proses intersepsi yang dilakukan oleh sistem pertahanan udara.
"Suara ledakan yang terdengar merupakan hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan-serangan musuh tersebut," kata militer Kuwait dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X.
Pihak militer tidak menjelaskan secara rinci siapa pihak yang melancarkan serangan tersebut. Namun insiden itu terjadi di tengah meningkatnya konfrontasi antara Iran dan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan.
Media pemerintah Kuwait, KUNA, melaporkan bahwa sirene peringatan kembali berbunyi untuk kedua kalinya dalam malam yang sama.
Bunyi sirene tersebut menjadi tanda bahwa ancaman udara masih berlangsung dan aparat keamanan terus berada dalam kondisi siaga tinggi.
Kuwait, yang merupakan sekutu dekat AS di kawasan Teluk, telah beberapa kali menjadi sasaran serangan sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Operasi tersebut menewaskan sejumlah petinggi senior Iran dan memicu eskalasi konflik yang meluas ke berbagai titik di Timur Tengah.
Serangan yang dicegat pada Rabu bukanlah insiden pertama yang dialami Kuwait dalam beberapa hari terakhir.
Pada Senin lalu, pemerintah Kuwait mengumumkan berhasil menjatuhkan sejumlah rudal dan drone yang ditembakkan ke arah wilayahnya.
Setelah serangan tersebut, Kementerian Luar Negeri Kuwait secara terbuka menyalahkan Iran.
Pemerintah Kuwait bahkan menyatakan Teheran bertanggung jawab penuh atas serangan yang mereka sebut sebagai tindakan keji.
Kementerian luar negeri negara itu menyatakan Iran "bertanggung jawab penuh atas serangan-serangan keji tersebut".
Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) juga mengeluarkan pernyataan terkait serangan yang terjadi pada awal pekan.
Menurut CENTCOM, sasaran utama rudal Iran bukanlah wilayah sipil Kuwait, melainkan pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di negara tersebut.
Dalam pernyataannya, CENTCOM mengatakan pasukannya berhasil mencegat dua rudal balistik Iran yang diarahkan ke fasilitas militer Amerika.
"Pasukan kami berhasil mencegat dua rudal balistik Iran yang menargetkan pasukan Amerika yang berbasis di Kuwait," kata CENTCOM melalui unggahan di X.
Militer AS menambahkan bahwa tidak ada korban dalam insiden tersebut.
(luc/luc)
Addsource on Google


















































