MPR Dukung Peran Strategis Lembaga Keagamaan dalam Perkuat Persatuan NKRI

10 hours ago 3

Jakarta -

Pimpinan Badan Penganggaran Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ajbar menghadiri Sidang Majelis Sinode Am (SMSA) XXI Gereja Toraja Mamasa (GTM) di Klasis Balla Sattoko, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Kehadirannya dalam forum tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peran strategis lembaga keagamaan dalam memperkuat persatuan, membangun karakter bangsa, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ajang Sidang Majelis Sinode Am XXI GTM diikuti para pendeta, majelis gereja, utusan jemaat, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah pelayanan Gereja Toraja Mamasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Forum tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi pelayanan gereja, merumuskan arah kebijakan organisasi, sekaligus memperkuat peran gereja dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan MPR RI sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Ia menegaskan nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai kebangsaan merupakan dua hal yang saling menguatkan dalam membangun Indonesia yang harmonis, damai, dan berkeadaban.

"Gereja memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter masyarakat. Nilai kasih, persaudaraan, toleransi, dan gotong royong yang diajarkan gereja sejalan dengan semangat kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga keagamaan dan MPR RI perlu terus diperkuat demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026).

MPR RI menyampaikan bahwa Sarasehan Kebangsaan tersebut mengangkat pentingnya implementasi Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Melalui kegiatan tersebut, Ajbar mengajak seluruh peserta Sidang Majelis Sinode Am XXI GTM untuk terus menjadi agen pemersatu di tengah masyarakat dengan mengedepankan dialog, toleransi, serta semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Sarasehan Kebangsaan berlangsung secara interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Dialog yang berkembang menunjukkan komitmen bersama untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan gereja maupun di tengah masyarakat.

MPR RI berharap kolaborasi dengan organisasi keagamaan, termasuk Gereja Toraja Mamasa, dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkokoh wawasan kebangsaan, mempererat persatuan, serta membangun masyarakat Indonesia yang religius, toleran, dan berkarakter.

Tonton juga video "Ketua Banggar MPR RI: DKI Jakarta Layak Terbitkan Obligasi Daerah"

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |