Jakarta -
Seorang akuntan, pria berinisial AC, mengarang cerita pembegalan di Cengkareng, Jakarta Barat. Pria tersebut kini meminta maaf setelah rekayasanya terbongkar polisi.
Dalam rekaman video yang diperoleh detikcom, AC, yang mengenakan kaus warna cokelat bertulisan 'The Jogja', menyampaikan klarifikasi di kantor polisi. Dia kemudian meminta maaf karena telah membuat laporan palsu.
"Saya memohon maaf kepada tim Kepolisian Republik Indonesia, tim Polsek Cengkareng, dan Polres Jakarta Barat atas laporan palsu saya terkait dengan barang saya yang dijambret atau dibegal," kata AC, dikutip detikcom, Sabtu (25/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AC menyampaikan dirinya nekat membuat laporan palsu di kepolisian lantaran ingin mengklaim asuransi supaya dia terbebas dari cicilan laptop tersebut. Diketahui, AC mencicil laptop Lenovo Legion senilai Rp 27,3 juta dan baru membayar cicilan selama 5 kali angsuran.
"Motif saya melakukan itu, karena saya ingin klaim asuransi dan menghentikan cicilan, itu semua disebabkan karena ekonomi," ucapnya.
AC menyadari laporan yang dibuatnya itu berdasarkan keterangan palsu. Dia menyatakan akan mencabut laporan tersebut.
"Dan saya memohon maaf atas laporan yang saya buat dan bersedia mencabut laporan tersebut dan tidak akan mengulanginya kembali. Terima kasih banyak bantuannya," tuturnya.
Laporan Palsu Terbongkar Polisi
Kasus bermula saat AC datang ke kantor polisi dan membuat laporan pada tanggal 22 Juli 2026. AC saat itu menjelaskan kepada polisi bahwa dirinya telah dibegal di Jalan Kampung Malang, Cengkareng Barat.
Dalam laporannya itu, AC menyebut tasnya yang berisi uang tunai Rp 1 juta dan laptop Lenovo Legion dirampas begal. AC mengaku mengalami kerugian senilai total Rp 27,3 juta.
"Dalam laporan tersebut, dia juga mengaku mengalami luka tusuk di lengan kiri akibat perlawanan terhadap pelaku," kata Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben.
Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat kemudian turun melakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengambilan keterangan saksi-saksi dan pelapor (AC), hingga mengumpulkan alat bukti lainnya. Namun, dari penyelidikan itu pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan hingga akhirnya terungkap fakta bahwa AC membuat laporan palsu.
Setelah tim melakukan penyelidikan secara mendalam, ternyata kejadian tersebut hanya karangan AC semata. Belakangan diketahui bahwa laptop yang diklaim AC dirampas begal itu ternyata sedang diperbaiki di pusat servis Mangga Dua.
Pengakuan AC bahwa tangannya terluka saat melawan begal juga terbantahkan. Belakangan terkuak bahwa AC sengaja melukai dirinya sendiri dengan gunting di kamar mandi demi meyakinkan polisi bahwa dirinya dibegal.
Tonton juga video "Yusril Khawatir Sayembara KDM Dorong Masyarakat Main Hakim Sendiri"
(mea/dhn)


















































