Mensos dan Mendagri Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Pidie Jaya

10 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Tito Karnavian menyalurkan bantuan senilai Rp 241.616.150.000. Bantuan diberikan untuk penanganan korban bencana hidrometeorologi di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya.

Bantuan ini disalurkan sebagai bagian dari percepatan pemulihan warga terdampak. Rinciannya meliputi bantuan stimulan sosial ekonomi (BSSE) bagi 18.839 kepala keluarga (KK) sebesar Rp 94.195.000.000, bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 66.629 jiwa sebesar Rp 89.949.150.000, serta bantuan isi hunian sementara (huntara) bagi 18.839 KK sebesar Rp 56.517.000.000.

Selain itu, Kemensos juga menyalurkan santunan ahli waris bagi 56 korban meninggal dunia sebesar Rp 840.000.000, serta santunan bagi 23 korban luka sebesar Rp115.000.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tito Karnavian mengatakan pemerintah sebelumnya telah menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumah dengan kategori kerusakan ringan dan sedang dalam dua gelombang melalui BNPB.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah menyerahkan bantuan untuk perorangan korban bencana (di Pidie Jaya). Kita sudah dua kali memberikan bantuan untuk kualifikasi kerusakan rumah, yang rusak ringan dan sedang, yang sudah diberikan BNPB secara serempak dua gelombang," kata Tito dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan bantuan langsung kepada individu korban bencana untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan ekonomi keluarga.

Bantuan tersebut meliputi jadup sebesar Rp450 ribu per orang selama tiga bulan yang disalurkan oleh Kemensos. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan isian hunian sebesar Rp3 juta serta bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per kepala keluarga.

"Totalnya (seluruh wilayah Sumatera) hampir Rp900 miliar. Alhamdulillah sudah dieksekusi dan direalisasikan oleh Bapak Mensos atas perintah Bapak Presiden. Arahan Presiden agar segera diberikan secepat mungkin," ujarnya.

Di samping itu, Gus Ipul menegaskan penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai unsur pemerintah hingga masyarakat di tingkat desa dengan data yang valid dan berjenjang.

Menurutnya, proses pendataan penerima bantuan melibatkan kepala desa, RT/RW, TNI-Polri, tokoh masyarakat, Kepala Kejaksaan Negeri dan Polres. Kemudian diteruskan ke Pemerintah Provinsi hingga Mendagri selaku Ketua Satgas PRR.

"Sampai ke Pak Mendagri, selaku Ketua Satgas yang mengoordinasikan seluruh arahan dan instruksi Presiden. Setelah melihat data itu, Pak Mendagri kemudian menandatangani. Data yang ditandatangani itulah yang disebut dengan data terverifikasi dan valid," jelas Gus Ipul.

Ia menambahkan, sebelum ditetapkan sebagai data terverifikasi, data penerima bantuan terlebih dahulu melalui proses pengecekan oleh BPS dan Dukcapil.

Selain bantuan sosial, pemerintah juga tengah menyalurkan dukungan lain, termasuk bantuan infrastruktur serta berbagai program pemulihan yang sedang berproses.

"Kami ingin ngajak semuanya ikut mengawasi, mengawal, dan memperkuat. Mungkin masih ada kekurangan. Tetapi atensi Presiden yang luar biasa dalam menangani bencana ini sungguh kita rasakan. Semua dukungannya itu luar biasa," kata Gus Ipul.

Ia berharap dengan segala upaya pemerintah dalam penanggulangan bencana di Aceh, kondisinya dapat segera pulih.

"Untuk itu kita harapkan (ini) menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses pemulihan yang nanti Aceh akan kembali sempurna, kembali lebih baik dari sebelumnya," pungkas Gus Ipul.

Hadir dalam kesempatan tersebut Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, serta Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri. Turut hadir jajaran Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, PT Pos Indonesia, serta perwakilan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |