Jakarta -
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Republik Indonesia, Phillip Taula, di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara, sekaligus memetakan kerja sama di bidang kebudayaan melalui nota kesepahaman (MoU).
Dalam sambutannya, Fadli mengapresiasi atas kunjungan Dubes Phillip beserta jajaran Kedutaan Besar Selandia Baru. Ia menekankan peluang kerja sama ini dapat dieksplorasi lebih lanjut.
"Kerja sama budaya dapat mencakup berbagai sektor strategis, seperti industri film, seni pertunjukan, riset kebudayaan, festival buku, serta penguatan sektor warisan budaya dan museum," ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Fadli membuka peluang pengembangan program residensi seniman untuk mendorong akulturasi budaya secara positif. Ia juga menyampaikan upaya Indonesia untuk memperkuat diplomasi budaya melalui berbagai inisiatif di tingkat internasional, termasuk penyelenggaraan forum kebudayaan global seperti Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) dan CHANDI yang digelar pada tahun 2025.
Indonesia juga membuka peluang kolaborasi, termasuk kemungkinan pengajuan bersama (joint nomination) unsur warisan budaya bersama Selandia Baru guna pelindungan nilai-nilai budaya.
Menanggapi hal ini, Phillip menyambut baik inisiatif kolaborasi budaya ini. Ia menegaskan komitmen pemerintah Selandia Baru yang terus memperkuat hubungan dengan Indonesia, salah satunya dalam bidang budaya serta penguatan hubungan antarmasyarakat.
"Kami terbuka untuk mendengarkan ide dari pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan, tentang kerja sama budaya yang bisa dilakukan. Kita bisa melihat juga kesamaan yang dimiliki Indonesia dan Selandia Baru," ungkap Phillip.
Philip menilai Indonesia dan Selandia Baru memiliki sejumlah kesamaan dalam praktik budaya dan tradisi, termasuk kuliner, seni, serta ekspresi budaya masyarakat. Kesamaan tersebut menjadi potensi besar untuk mempererat hubungan kedua negara sekaligus meningkatkan pemahaman bersama di antara masyarakat kedua bangsa.
Melalui dialog ini, Indonesia-Selandia Baru sepakat untuk menjajaki peluang kolaborasi konkret di bidang kebudayaan. Pemerintah Selandia Baru juga menyambut baik rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai kerangka kerja sama budaya di masa depan. Inisiatif ini diharapkan semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus mendorong kerja sama budaya yang berkelanjutan.
Sebagai informasi, turut hadir mendampingi Fadli Zon, yakni Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, dan Staf Ahli Menteri Kebudayaan bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri.
(anl/ega)


















































