Megawati Cerita Persahabatannya dengan Prabowo ke Putra Mahkota UEA

3 hours ago 3

Jakarta -

Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menceritakan persahabatannya dengan Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Megawati kerap memanggil Prabowo dengan sapaan 'Mas'.

Isi pertemuan Megawati dan Pangeran Khaled itu diungkap Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, yang ikut mendampingi di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan (Palace of the Nation), Abu Dhabi, UEA, Rabu (4/2/2026). Hadir juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo dan istrinya, Nancy Prananda, serta Kepala Badan Riset & Analisis Kebijakan Strategis PDIP, Andi Widjajanto.

Zuhairi mengatakan, dalam pertemuan dengan Pangeran Khaled, Megawati menyinggung dinamika politik dalam negeri Indonesia. Megawati menjelaskan secara terbuka hubungannya dengan Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam pertemuan dengan Putera Mahkota Abu Dhabi di Istana Negara Abu Dhabi, Ibu Megawati Soekarnoputri menjelaskan persahabatan dengan Presiden Prabowo. Beliau menyampaikan, 'Saya dengan Presiden Prabowo bersahabat cukup lama. Kami mempunyai visi besar tentang Indonesia Raya," ujar Zuhairi menirukan ucapan Megawati.

Menurut Zuhairi, persahabatan antara Megawati dan Prabowo itu tergambar dari sapaan akrab yang mereka gunakan ketika bertemu. Kedua tokoh memanggil satu sama lain dengan panggilan 'Mas' dan 'Mbak'.

"Saya biasa memanggil Presiden Prabowo dengan panggilan 'Mas'. Presiden Prabowo memanggil saya dengan panggilan 'Mbak'. Hal ini membuktikan persahabatan kami sangat baik," lanjut Megawati dalam pemaparannya kepada Pangeran Khaled UEA seperti disampaikan Zuhairi.

Posisi Penyeimbang

Kendati demikian, menurut Zuhairi, Megawati menjelaskan kepada Putra Mahkota UEA bahwa PDIP yang dipimpinnya itu berada di luar kabinet meskipun dia mempunyai hubungan personal yang baik dengan Prabowo. Megawati mengatakan posisi PDIP sebagai penyeimbang.

"Meskipun demikian, Ibu Megawati menambahkan bahwa secara politik, PDIP memilih sebagai penyeimbang dan berada di luar pemerintahan," jelas Zuhairi.

Megawati menjelaskan, alasan PDIP berada di luar pemerintahan adalah untuk menjaga mekanisme check and balance demi kepentingan rakyat.

"Kami memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang. Jika pemerintah melakukan hal yang baik untuk rakyat, kami dukung. Tapi jika dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang kurang baik, kami akan mengoreksi dan memberikan masukan," ujar Megawati seperti disampaikan Zuhairi.

Selain itu, kata Zuhairi, Megawati memberikan gambaran mengenai sistem ketatanegaraan di Indonesia. Menurut Megawati, sistem presidensial yang dianut Indonesia tidak mengenal istilah oposisi.

"Kami menganut sistem presidensil, yang tidak mengenal oposisi dan koalisi. Yang ada adalah bersama pemerintah dan di luar pemerintah. Oposisi hanya dianut dalam sistem parlementer," kata Megawati.

Pangeran Khaled merespons positif atas penjelasan Megawati itu. Dia menghormati sikap politik Megawati dalam dinamika politik dalam negeri di Indonesia.

"Kami dapat memahami penjelasan Yang Mulia Ibu Megawati," ujar Putra Mahkota UAE.


(knv/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |