Korban pengeroyokan oleh 30 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Arnendo (20), pernah dilaporkan ke pihak kampus atas dugaan pelecehan. Dia dilaporkan oleh tiga mahasiswi sebelum adanya aksi pengeroyokan tersebut.
Dilansir detikJateng, Kamis (5/3/2026), Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, mengatakan Arnendo telah dilaporkan tiga mahasiswi ke Dekanat.
"Ya kami menerima laporan dari pihak dekanat, bahwa yang bersangkutan melakukan pelecehan seksual terhadap tiga mahasiswi," kata Nurul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporan itu, Arnendo disebut sudah beberapa kali diberi peringatan tetapi tetap mengulangi perbuatannya. Situasi itu disebut memicu kemarahan sejumlah mahasiswa lain.
"Laporan tersebut menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah diperingatkan berkali-kali namun tetap melanjutkan perbuatannya. Hal inilah yang kemudian memicu kemarahan dari teman-temannya," jelas Nurul.
Dia mengatakan Undip tidak membenarkan aksi kekerasan dan pelecehan. Dia menyayangkan terjadinya peristiwa kekerasan tersebut.
Dia menyebut dugaan kekerasan seksual yang dilakukan Arnendo sedang diproses oleh pihak kampus. Pihak universitas berkomitmen memberikan perlindungan bagi pelapor.
"Terkait dugaan tindak kekerasan seksual yang melibatkan yang bersangkutan, Universitas Diponegoro berkomitmen untuk menindaklanjuti secara serius melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku, serta memberikan pendampingan dan perlindungan kepada pihak korban pelecehan seksual," kata Nurul.
Sementara itu, pengacara Arnendo, Zainal Abidin Petir, mengatakan peristiwa itu terjadi pada 15 November 2025. Kini, kliennya mengalami patah tulang hidung, gegar otak, serta gangguan saraf mata kiri akibat penganiayaan tersebut.
"Arnendo, anak PKL penjual nasgor dihajar 30 mahasiswa Undip dari jam 23.00-04.15 WIB hingga patah tulang hidung dan gegar otak," kata Zainal saat dihubungi detikJateng, Rabu (3/4).
Zainal mengatakan Arnendo dipaksa mengakui dugaan pelecehan terhadap seorang mahasiswi berinisial U. Dia mengatakan Arnendo disebut telah menjelaskan bahwa kejadian yang dipersoalkan hanya sebatas menarik tangan U untuk mengajaknya ke warung.
Simak selengkapnya di sini.
Lihat juga Video Mahasiswa di Jambi Dikeroyok Sampai Kritis gegara Asmara
(haf/idh)


















































