Mahasiswa STIK Sumbang 70 Ekor Sapi buat Tradisi Meugang di Aceh

3 hours ago 4

Jakarta -

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan 83 menyalurkan bantuan sebanyak 70 puluh ekor sapi kepada warga Aceh yang terdampak bencana. Bantuan itu diperuntukkan tradisi meugang.

Penyerahan secara simbolis dilakukan di Gampong Blang, Langsa Kota, Aceh. Puluhan ekor sapi yang diserahkan akan didistribusikan ke beberapa desa di wilayah Aceh yang terdampak bencana, agar masyarakat tetap dapat melaksanakan tradisi meugang menjelang Ramadan.

Untuk diketahui, tradisi meugang merupakan budaya turun-temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Aksi sosial ini bentuk kepedulian untuk masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sumbangan ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara di Aceh yang sedang menghadapi masa sulit pasca bencana. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita harus hadir meringankan beban mereka," ungkap Ketua STIK Irjen Eko Rudi Sudarto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2/2026).

Eko menyatakan bantuan ini merupakan implementasi dari nilai-nilai kemanusiaan yang selalu diajarkan kepada para mahasiswa. Para mahasiswa STIK berkomitmen untuk membantu proses pendistribusian langsung bantuan ke desa-desa yang membutuhkan, memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat.

Mahasiswa STIK angkatan 83 menyalurkan 70 ekor sapi untuk warga Aceh untuk tradisi meugang. (dok.istimewa)Mahasiswa STIK angkatan 83 menyalurkan 70 ekor sapi untuk warga Aceh untuk tradisi meugang. (dok.istimewa) Foto: Mahasiswa STIK angkatan 83 menyalurkan 70 ekor sapi untuk warga Aceh untuk tradisi meugang. (dok.istimewa)

"Saya selalu mengingatkan kepada para mahasiswa kita: gunakan logika dan rasa dalam pelaksanaan tugas di tengah-tengah masyarakat. Logika membimbing kita bertindak tepat, sementara rasa membuat kita memahami penderitaan sesama. Kedua hal ini harus berjalan beriringan agar kita menjadi polisi yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis," jelasnya.

Keuchik (Kepala Desa) Gampong Blang, Junaidi, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

"Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Mereka tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi kami," katanya dengan penuh haru.

Sementara itu, salah seorang warga korban bencana, Ibu Salmah (52), mengungkapkan kegembiraannya. Dia senang tetap bisa merayakan tradisi meugang di tengah keterbatasan.

"Alhamdulillah, kami masih bisa merasakan tradisi meugang tahun ini berkat bantuan dari mahasiswa STIK. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua," ucapnya sambil menahan air mata.

(wnv/wnv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |