Mahasiswa Demo Dekat Istana Bogor, Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran

5 hours ago 2

Kota Bogor -

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar). Mereka menyatakan mengecam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Pantauan detikcom, Kamis (5/3/2026), mahasiswa melakukan orasi di depan pintu utama Istana Bogor. Mahasiswa yang demo tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menyampaikan keprihatinan atas serangan AS dan Israel ke Iran.

Massa sempat membakar ban bekas di tengah jalan raya. Massa juga sempat terlibat saling dorong dengan polisi di depan gerbang Istana Bogor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi mahasiswa sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Ir Juanda terhambat dan mengalami kemacetan. Mahasiswa kemudian membubarkan diri usai membacakan tuntutannya.

Dalam aksinya mahasiswa mengutuk serangan militer AS dan Israel yang dinilai mengancam kedaulatan negara dan keselamatan warga sipil. Mahasiswa juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengeluarkan resolusi gencatan senjata tanpa syarat serta memastikan penegakan hukum internasional.

"Mengutuk keras segala bentuk agresi militer yang mengancam kedaulatan negara dan keselamatan warga sipil. Kedua, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengeluarkan resolusi gencatan senjata tanpa syarat serta memastikan penegakan hukum internasional," kata Ketua HMI Kota Bogor, Moeltazam.

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Bogor, Kota Bogor. Mereka menyatakan mengecam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. (M Sholihin/detikcom)Mahasiswa mengecam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Mereka juga meminta WNI dipantau keselamatannya (M Sholihin/detikcom)

Mahasiswa juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret, dalam melindungi dan mengevakuasi seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak konflik.

"Mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menyatakan sikap tegas dan independen dalam menyikapi eskalasi konflik ini, sesuai dengan prinsip politik luar negeri bebas-aktif," ucapnya.

Kabag Ops Polresta Bogor Kota Kompol Aca Nana Suryadi mengatakan sempat terjadi saling dorong antara mahasiswa dengan polisi yang berjaga. Kondisi tersebut terjadi karena mahasiswa disarankan berpindah ke titik aksi di Jalan Sudirman.

"Masalah dorong-dorongan itu, kita sudah berupaya dari awal bahwa kita selain melindungi mereka agar tidak melanggar hukum, juga agar mereka mau berpindah lokasi ke dekat Starbucks (Jalan Sudirman), cuma mereka kan bersikeras, ya sempat ada dorong-dorongan. Kita kan hanya bisa sebatas dorong mereka," kata Kompol Aca kepada detikcom.

Dia menjelaskan, dalam UU Nomor 9 tahun 1998 tentang Kebebasan Mengemukakan Pendapat, diatur bahwa jarak demo dengan objek vital nasional tidak boleh kurang dari 500 meter dari pagar pembatas. Arus lalu lintas sudah kembali lancar.

"Ya, secara umum (unjuk rasa) berjalan kondusif. Kita juga kan harus menyeimbangkan dengan kepentingan masyarakat, ini kan Bulan Ramadan, banyak yang mau cari takjil, buat buka puasa. Harusnya kan di bulan suci ini, semuanya dijaga lah ya, apalagi brand-nya mereka itu kan HMI, umat islam mestinya kan lebih faham tentang bagaimana kalau di Bulan Ramadan," katanya.

(sol/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |