Maaf! Harga Emas Masih Gelap, Jangan Berharap Naik Dulu

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak melandai di tengah ketidakpastian perang Iran.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (29/6/2026) ditutup di US$ 4015,21 per troy ons. Harganya jatuh 1,8%.

Pelemahan ini memutus tren positf emas yang menguat 2,2% dalam dua hari beruntun sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa pagi (30/6/2026) pukul 06.02 WIB, harga emas ada di US$ 4014,78 per troy on satay meemah 0,01%.

Menurut Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan di Timur Tengah.

"Pasar masih fokus pada perkembangan di Timur Tengah. Ketegangan meningkat selama akhir pekan dan investor juga terus menyesuaikan diri dengan sikap Federal Reserve yang semakin hawkish," dikutip dari Refinitiv.

Pada Minggu, Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain, tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan kepemimpinan Iran apabila negara tersebut tidak mematuhi ketentuan dalam perjanjian damai final.

Harga minyak Brent naik setelah serangan tersebut.

Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven), kenaikan harga energi akibat perang justru meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga lebih tinggi, yang biasanya menekan daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Federal Reserve mempertahankan suku bunga bulan ini, tetapi para pembuat kebijakan memperkirakan masih ada satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun karena inflasi masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%.

Di sisi lain, dolar AS menuju kenaikan bulanan terbesar dalam hampir satu tahun. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat.

Pelaku pasar kini menantikan data ketenagakerjaan ADP pada Rabu dan data nonfarm payrolls AS pada Kamis sebagai petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Grant menambahkan bahwa harga emas masih berpotensi turun lebih jauh apabila data ketenagakerjaan tetap menunjukkan kondisi yang kuat karena hal tersebut akan memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |