Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memastikan program beasiswa tetap berjalan penuh dan tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Penghematan hanya dilakukan pada pos biaya operasional lembaga, sementara dana untuk penerima beasiswa tetap menjadi prioritas utama.
Direktur Utama LPDP Yon Arsal mengatakan, LPDP memperoleh mandat untuk mengelola dana abadi pendidikan melalui investasi. Karena itu, sumber pembiayaan beasiswa berasal dari hasil pengelolaan dana abadi, bukan dari anggaran operasional yang saat ini mengalami penyesuaian.
"Kita diberikan amanah untuk mengoptimalkan hasil kelolaan investasi dari dana abadi yang kita kelola. Apakah terdampak efisiensi anggaran? Terdampak, tetapi yang kita efisiensikan adalah biaya operasional kantor," kata Yon dalam media briefing LPDP di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Yon menegaskan bahwa efisiensi tidak menyentuh anggaran beasiswa. Sebaliknya, LPDP terus berupaya meningkatkan hasil investasi agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak penerima.
"Kalau untuk beasiswa, kita tidak melakukan efisiensi. Hasil investasi seluruhnya kita salurkan. Yang kita optimalkan adalah hasil investasinya," ujarnya.
Meski demikian, LPDP menghadapi tantangan dari pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pasalnya, sebagian besar penerima beasiswa luar negeri memperoleh pendanaan dalam mata uang asing.
"Kemarin dolar sempat naik. Sebagian besar penerima beasiswa di luar negeri menerima pembiayaan dalam bentuk dolar. Itu tentu menjadi tantangan tersendiri," kata Yon.
Kendati demikian, ia memastikan kondisi tersebut tidak akan mengurangi jumlah penerima beasiswa LPDP.
"Apakah kita mengurangi jumlah beasiswa? Tidak. Kita akan mengoptimalkan anggaran yang tersedia sebaik mungkin," tegasnya.
Untuk memperluas jangkauan program, LPDP juga terus memperbesar skema pendanaan bersama (co-funding) dengan berbagai perguruan tinggi dan pemerintah di luar negeri. Dengan skema tersebut, biaya pendidikan dapat ditanggung bersama sehingga jumlah penerima beasiswa dapat ditingkatkan tanpa mengurangi kualitas program.
Hingga 31 Mei 2026, LPDP mengelola dana abadi pendidikan senilai Rp180,81 triliun. Dana tersebut menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan melalui hasil investasi, sementara pokok dana abadi tetap dipertahankan.
Sejak berdiri pada 2013, LPDP telah menyalurkan beasiswa kepada 58.749 penerima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34.334 orang telah menyelesaikan studi dan menjadi alumni.
(haa/haa)
Addsource on Google


















































