Kisah Aipda Denny, Polisi Pedalaman Tempuh Perjalanan Berjam-jam Demi Warga

3 hours ago 4

Jakarta -

Aipda Denny Ariadi tak kenal lelah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng), tepatnya di wilayah Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalteng. Dia selalu hadir dan menjadi solusi setiap permasalahan warga.

Atas dedikasinya itu, Aipda Denny diusulkan menjadi salah satu kandidat Hoegeng Awards 2026 oleh Camat Bukit Raya, Yanudin. Bhabinkamtibmas Polsek Katingan Hulu merupakan kandidat Hoegeng Corner 2025. Berikut testimoni Yanudin tentang Aipda Denny:

Saya mengajukan Pak Denny karena beliau seorang polisi yang rajin, sebab beliau bersedia bertugas di wilayah pedalaman seperti Kecamatan Bukit Raya ini yang menurut saya sangat jauh dari ibu kota kabupaten serta minim akses transportasi darat dan akses komunikasi. Pak Denny juga selalu hadir dalam setiap kegiatan masyarakat yang ada di 11 desa yang menjadi binaannya di Kecamatan Bukit Raya ini. Beliau tanpa kenal lelah bersedia melaksanakan pengamanan kegiatan masyarakat sampai selesai. Kemudian Pak Denny selalu hadir dalam setiap penyelesaian masalah/mediasi di desa binaannya serta mengutamakan asas kekeluargaan. Pak Denny juga selalu hadir/ikut dalam setiap kegiatan kecamatan yang kami selenggarakan di kecamatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian detikcom menghubungi Yanudin untuk bertanya lebih jauh tentang sosok Aipda Denny. Dia menilai sosok polisi yang bertugas di Desa Tumbang Kajamei, desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, itu sebagai pribadi yang baik.

"Pak Denny ini orangnya baik, selama bertugas di Bukit Raya semua kegiatan baik di kecamatan maupun desa, asal dia tahu atau kita beri tahu, pasti dia siap datang. Kalau ada permasalahan, dia sering menyelesaikan secara adat, tidak sampai ke tingkat kabupaten, siap dia menghadiri, siap mengikuti, dimediasi antara orang yang bersangkutan bersama tokoh masyarakat, kepala desa," kata Yanudin kepada detikcom, Kamis (26/2/2026).

Menurut Yanudin, sulitnya akses transportasi dan sinyal komunikasi di Desa Tumbang Kajamei tak membuat Aipda Denny enggan datang menemui warga yang memerlukan uluran tangannya. Kehadiran Aipda Denny itu dianggap sangat membantu tugas-tugas Yanudin sebagai Camat Bukit Raya.

"Kalau transportasi (susah) karena jalannya, dari kecamatan ke desa-desa memang sangat jauh, biasanya (Aipda Denny) naik kelotok menuju ke tempat-tempat warga ataupun warga yang sangat memerlukan dia, dia dijemput oleh masyarakat," ucapnya.

Yanudin menyebut Aipda Denny juga memiliki kegiatan pembinaan kepada anak-anak SMA di Bukit Raya dengan melakukan pelatihan baris berbaris atau paskibra. Tak hanya itu, Aipda Denny melatih kelompok Perlindungan Masyarakat (Linmas) di desa binaannya.

"Setiap kita minta datang untuk kegiatan pengamanan, dia datang. Kalau ke desa-desa kita bawa, kerja samanya bagus. Dia pun dikenal masyarakat baik juga," ujar Yanudin.

Aipda Denny AriadiAipda Denny Ariadi (Foto: dok. istimewa)

Dalam Hoegeng Corner 2025, Aipda Denny menceritakan kondisi desa tempatnya bertugas itu sangat jauh dari ibu kota Kabupaten Katingan. Perjalanan ke Desa Tumbang Kajamei dari rumahnya di Kecamatan Katingan Hilir itu bisa ditempuh sekitar 12 jam dengan moda transportasi darat dan sungai.

"Memang karena kondisi geografisnya juga karena jalanan, kalau jalan darat itu yang bikin waktu lama itu karena sering amblas karena jalannya masih tanah merah, belum diaspal," kata Aipda Denny kepada detikcom, Rabu (22/10/2025).

Jauhnya jarak dari rumah ke tempatnya bertugas tak membuat Aipda Denny mengeluh. Dia rela meninggalkan rumah dan membawa keluarganya untuk menyewa tempat tinggal di Desa Tumbang Kajamei agar pelayanan kepada masyarakatnya tak terhambat.

Meski sudah tinggal di desa binaannya, ternyata masalah jarak dan akses untuk berkegiatan sebagai Bhabinkamtibmas masih menjadi tantangan tersendiri bagi Aipda Denny. Menurutnya, untuk menjangkau ke wilayah terjauh di desa binaannya itu bisa memakan waktu hingga 4 jam dengan menerjang sungai besar.

"Kalau di desa binaan, yang terjauh dari sini yang langsung berbatasan dengan Kalbar itu kurang lebih 3-4 jam perjalanan. Jadi sekali perjalanan ke desa terjauh, jarang lah PP, hampir tidak pernah karena jaraknya jauh, itu bisa 1-2 malam," ucapnya.

Untuk berpatroli ke wilayah terjauh di desa binaannya, Aipda Denny tidak pernah menggunakan jalur darat atau motor Bhabinkamtibmas. Dia lebih memilih merogoh kocek pakai uang pribadi untuk menyewa perahu mesin milik warga. Alasannya karena jalan darat di desa binaannya sangat rusak.

"Kalau ada penyelesaian masalah, saya minta jemput. Kalau nggak saya berinisiatif charter (perahu) ke desa terjauh sampai perbatasan Kalbar itu (biayanya) Rp 500 ribu, kalau PP bisa Rp 700 ribu mereka minta, agak kurang lah," ujarnya.

Aipda Denny rutin berkeliling ke 11 desa binaannya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakatnya. Hal-hal yang ia sampaikan adalah seputar kamtibmas, bahaya narkoba, hingga peristiwa-peristiwa yang sedang marak terjadi.

Selama hampir 5 tahun menjadi Bhabinkamtibmas di Desa Tumbang Kajamei, Aipda Denny telah banyak menyelesaikan permasalahan masyarakatnya. Seperti masalah sengketa tanah hingga perkelahian antar warga.

"Kalau di sini kita masih tetep menerapkan asas kekeluargaan. Jadi semua kita selesaikan dengan cara kekeluargaan, jadi restorative justice lah, tidak sampai ke pengadilan selama masalah itu tidak berat," tegasnya.

Bhabinkamtibmas Polsek Katingan Hulu, Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah, Aipda Denny AriadiBhabinkamtibmas Polsek Katingan Hulu, Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah, Aipda Denny Ariadi (Foto: dok. istimewa)

Tak hanya itu, Aipda Denny juga menjadi penggagas sekaligus pelatih untuk kegiatan Paskibra di desa binaannya. Anak-anak sekolah hingga petugas Linmas dia latih baris berbaris agar setiap kegiatan HUT RI ada tim yang bertugas untuk upacara pengibaran bendera.

"Yang berubah terutama semenjak saya di sini, sebelumnya Linmas tidak pernah latihan baris berbasis. Anak-anak juga tidak pernah mengikuti menjadi pasukan pengibar, semenjak ada saya mereka bisa ikut jadi pasukan pengibar," kata Denny.

"Kalau yang dulu itu di sekolah memang tidak pernah sosialisasi bahaya narkoba, bahaya kenakalan remaja. Karena dari Polsek Katingan Hulu itu sangat jauh, jadi hampir tidak pernah sebelum ada saya diadakan sosialisasi tersebut," tambahnya.

Atas perjuangannya itu, Aipda Denny mendapat penghargaan dari Kapolres Katingan hingga Camat setempat. Dia pun menyelipkan secercah harapan agar Desa Tumbang Kajamei bisa lepas dari keterisolasian wilayah. Dia ingin akses jalan darat dibangun dan sinyal telepon seluler masuk ke desa tersebut.

"Ya harapan kita kepada pemerintah, semoga keterisolasian Desa Tumbang Kajame sebagai ibu kota kecamatan yang paling ujung yang langsung berbatasan dengan Kalbar. Semoga akses jalan darat bisa cepat dibuka, sehingga kita di sini tidak terisolasi," imbuhnya.

Lihat juga Video Daftar Polisi Teladan Penerima Hoegeng Awards 2025

(fas/knv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |