Kilang Terbesar Diresmikan Prabowo, Bahlil: RI Surplus BBM Solar!

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut bahwa Indonesia bukan lagi terbebas dari impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar, melainkan akan surplus Solar hingga sekitar 1 juta kilo liter (kl) pada tahun ini.

Hal ini dipicu oleh tambahan kapasitas kilang minyak dalam negeri, terutama sejak beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, Senin (12/01/2026).

Bahlil menjelaskan, impor BBM Solar RI sebelumnya tinggal sekitar 5 juta kl. Kini, dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, plus ditambah dengan rencana penerapan pencampuran biodiesel 50% (B50), maka Indonesia diperkirakan mengalami surplus BBM Solar sekitar 1,4 juta kilo liter (kl).

Namun, surplus impor BBM Solar itu menurutnya hanya untuk Solar dengan cetane number (CN) 48. Sementara untuk Solar atau diesel dengan CN 51 menurutnya masih akan diimpor, namun dengan jumlah "hanya" 600.000 kl.

"Sementara Solar tahun ini sesuai perintah Presiden, maka mulai yang kita bicara ini tidak ada impor Solar ke depan. Karena kebutuhan Solar kita total 38 juta (kl) dengan B40 B50, dengan ini kita tambah 5 juta (kl), impor kita tinggal 5 juta jadi tertutupi, bahkan surplus 1,4 juta (kl). Itu untuk solar C48. Sementara C51 impor hanya 600 ribu kl. Nanti Semester kedua saya minta Pertamina bangun supaya gak impor lagi," papar Bahlil di hadapan Presiden Prabowo saat acara peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/01/2026).

Dia menyebut, Indonesia menghemat devisa kurang lebih Rp 60 triliun akibat beroperasinya RDMP Balikpapan ini.

"Dengan RDMP ini, menghemat devisa kurang lebih Rp 60 triliun lebih. Karena nambah 100 ribu barel (per hari)," ucapnya.

Adapun dari proyek RDMP Balikpapan ini, dia menyebut, ini akan memproduksi bensin sekitar 5,8 juta kl per tahun.

Konsumsi bensin RI saat ini menurutnya mencapai 38 juta kl per tahun, dengan produksi dari kilang dalam negeri sebesar 14,25 juta kl per tahun.

"Dengan penambahan 5,8 juta (kl), maka impor bensin tinggal 19 juta kl," ujarnya.

Seperti diketahui, Proyek RDMP Balikpapan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero).

Proyek dengan nilai investasi senilai US$ 7,4 miliar atau Rp 123 triliun ini memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah RDMP Balikpapan ini meningkat sebesar 100 ribu barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph dari sebelumnya 260.000 bph.

(wia)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |