Khotbah Salat Id Ketum Muhammadiyah: Tak Perlu Pertajam Perbedaan

6 hours ago 2

Jakarta -

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan khotbah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Haedar mengingatkan umat agar tidak mempertajam perbedaan dan menjalani Idul Fitri dengan khusyuk.

"Tidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri," kata Haedar saat menyampaikan khotbah salat Idul Fitri di UMY, dilansir Antara, Jumat (20/3/2026).

Haedar kemudian mengajak tokoh agama dan elite bangsa menghindari pernyataan atau ujaran yang dapat memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Khususnya mengenai perbedaan hari Idul Fitri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut guru besar bidang ilmu sosiologi itu, Idul Fitri perlu dijalani dengan kekhusyukan ibadah serta kejernihan jiwa dan pikiran.

"Jalani Idul Fitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan," kata dia.

Haedar optimistis bangsa Indonesia memiliki kedewasaan sehingga perbedaan penetapan hari besar keagamaan disikapi secara wajar dan tidak menjadi sumber konflik. Ia juga berharap ke depan dunia Islam memiliki kalender global tunggal untuk meminimalisasi perbedaan penetapan hari besar keagamaan.

"Ke depan, insyaallah perbedaan itu dapat diminimalisasi, jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi," ucap dia.

Haedar menegaskan pentingnya keteladanan dari elite bangsa dalam menjaga persatuan, perdamaian, dan toleransi sekaligus mendorong kemajuan umat dan bangsa.

"Berikan teladan bagi rakyat bahwa para elite mampu menjadi uswah hasanah dalam menciptakan persatuan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan. Kita masih memiliki berbagai ketertinggalan yang memerlukan kerja keras bersama dari seluruh komponen bangsa," ujar dia.

(fca/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |