Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran hutan hebat yang melanda wilayah tenggara Australia dan menewaskan satu orang serta menghancurkan sedikitnya 300 rumah dan bangunan. Api telah berkobar selama beberapa hari di puluhan lokasi, terutama di negara bagian Victoria dan sebagian New South Wales.
Melansir BBC, Pemerintah negara bagian Victoria menetapkan status darurat seiring ribuan petugas pemadam kebakaran dan lebih dari 70 pesawat dikerahkan untuk memadamkan api. Warga di lebih dari belasan komunitas diminta meninggalkan rumah mereka karena ancaman kebakaran yang terus meluas.
Otoritas setempat khawatir kebakaran ini dapat berlangsung selama beberapa pekan karena dipicu cuaca yang sangat panas, kering, dan berangin. Kondisi tersebut membuat api sulit dikendalikan dan terus mengancam permukiman serta lahan luas.
Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, mengatakan terdapat 30 kebakaran aktif di seluruh negara bagian, dengan sepuluh di antaranya menjadi perhatian utama. Hingga Minggu pagi waktu setempat, sekitar 350.000 hektare lahan dilaporkan telah terbakar di Victoria.
Foto: Asap mengepul dari hutan yang terbakar di lereng bukit di belakang sebuah rumah dekat Longwood saat kebakaran hutan terus berkobar di bawah kondisi cuaca yang sangat buruk di Longwood, Victoria, Australia, 9 Januari 2026. (AAP/Michael Currie via REUTERS)
Allan menegaskan kondisi terburuk masih jauh dari selesai karena sejumlah kebakaran masih aktif dan mengancam rumah serta properti warga. Ia juga menyampaikan bahwa upaya penanggulangan akan terus dilakukan dalam waktu yang lama.
Polisi mengonfirmasi ditemukannya sisa-sisa jasad manusia di Desa Gobur, dekat Longwood, sekitar 110 kilometer di utara Melbourne. Identitas korban hingga kini belum diketahui dan proses penyelidikan masih berlangsung. Tak cuma manusia, sejumlah domba pun hangus terbakar.
Jacinta Allan memuji para petugas darurat yang terlibat dalam proses evakuasi dan identifikasi korban di Gobur. Ia menyebut pekerjaan tersebut sangat berat dan memberikan tekanan emosional yang besar, terutama bagi komunitas yang tengah berduka.
Asap kebakaran hutan juga berdampak pada kualitas udara di banyak wilayah Victoria, termasuk kawasan metropolitan Melbourne. Warga diimbau membatasi aktivitas luar ruang karena tingkat polusi udara yang memburuk.
Pihak berwenang menyebut kebakaran ini sebagai yang terparah di tenggara Australia sejak bencana kebakaran 2019-2020. Peristiwa tersebut sebelumnya menghancurkan area seluas Turki dan menewaskan 33 orang.
Salah satu wilayah terparah adalah kota kecil Harcourt di dataran tinggi tengah Victoria, tempat seorang petugas pemadam kebakaran bernama Tyrone Rice kehilangan rumahnya. Ia mengetahui rumahnya terbakar saat sedang bertugas memadamkan api di lokasi lain.
Rice mengatakan peristiwa itu terasa sangat menyakitkan, namun ia menyadari banyak orang lain mengalami hal serupa. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan orang pertama maupun terakhir yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Kapten pemadam kebakaran setempat, Andrew Wilson, menyebut tingkat kerusakan di Harcourt sangat memilukan. Banyak rumah rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing.
Seorang jurnalis 9 News Australia, Jack Ward, mengatakan kepada BBC World Service bahwa kerusakan yang ia lihat di sejumlah wilayah terdampak sangatlah katastrofik. Di banyak tempat, yang tersisa dari rumah-rumah tersebut hanyalah atap seng yang tergeletak di tanah.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]


















































