Semarang -
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan pemerintah memberikan jaminan terkait ketersediaan stok pangan dan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Jenderal Sigit meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying di tengah eskalasi situasi global yang terjadi saat ini.
Pernyataan itu disampaikan Kapolri usai melaksanakan rangkaian Safari Ramadan dan buka puasa bersama tokoh lintas agama serta seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah. Agenda dilaksanakan di Mapolda Jateng, Semarang, Senin (16/3/2026).
Tampak mendampingi Kapolri dalam kesempatan tersebut Astamaops Kapolri Komjen Mohamad Fadil Imran, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo, As SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, dan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (Dok istimewa)
Jenderal Sigit menjelaskan situasi di wilayah Teluk memang memberikan implikasi terhadap kondisi global, terutama pada fluktuasi harga minyak dunia. Namun, ia memastikan pemerintah Presiden Prabowo Subianto terus bekerja keras melakukan langkah-langkah strategis dan koordinasi bilateral untuk menjaga stabilitas domestik.
"Pemerintah berusaha bekerja keras agar dampak krisis yang ada bisa dihadapi dengan langkah-langkah koordinasi dengan negara-negara yang ada, supaya kecukupan minyak kita tetap terus terjaga. Alhamdulillah, sampai dengan beberapa bulan ke depan stok minyak kita dalam kondisi cukup," ujar Jenderal Sigit.
Selain sektor energi, Kapolri juga menyoroti ketersediaan bahan pokok. Ia menegaskan stok pangan nasional saat ini dalam posisi aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama selama masa Ramadan dan Lebaran.
Mengingat stok yang tersedia mencukupi, Jenderal Sigit mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu yang memicu kepanikan. Menurutnya, persatuan dan ketenangan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas nasional.
"Harapan kita masyarakat tidak usah terlalu panik sehingga justru terjadi panic buying. Itu akan berdampak kepada kondisi stok yang sebenarnya ada. Harapan kita sama-sama bersatu dan menjaga agar dalam kondisi apapun kita bisa menghadapi semuanya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Kapolri menyampaikan bahwa Presiden terus mendorong penguatan ketahanan pangan dan energi agar Indonesia bisa mandiri menghadapi tantangan global. Kesiapan kualitas SDM untuk mengelola kekayaan alam sendiri menjadi fokus utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
"Semoga silaturahmi ini terus memperkuat persatuan yang kita butuhkan untuk menjaga stabilitas dan kamtibmas agar tetap terus terjaga," pungkasnya.
Tonton juga video "Kapolri Buka Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS"
(hri/whn)

















































