Jakarta -
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan Operasi Ketupat bukan sekadar operasi pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran. Operasi kemanusiaan ini juga merupakan wujud kehadiran negara dalam menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Agus saat pemaparan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pelayanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Auditorium Mutiara, PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Menurut Irjen Agus, Operasi Ketupat memiliki tanggung jawab lebih luas, yakni memastikan seluruh rangkaian kegiatan bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri berjalan aman dan kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi Ketupat itu bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan arus balik. Tetapi negara hadir, Polri hadir dalam rangka menjaga momentum sosial dan momentum spiritual," ujar Irjen Agus.
Ia menekankan seluruh jajaran wajib mampu mengamankan berbagai dinamika yang muncul selama periode tersebut, baik dari sisi kriminalitas maupun harkamtibmas, sekaligus mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.
Kakorlantas juga meminta para kapolda aktif turun langsung ke lapangan guna memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal.
"Saya titip betul para kapolda agar benar-benar berada di lapangan karena ini momentum kita semuanya. Melalui Operasi Ketupat ini, trust publik terhadap kepolisian harus meningkat," tegasnya.
Dalam persiapan operasi, Polri telah melakukan survei serta memperkuat koordinasi internal. Ia menyebutkan jajaran Karo Ops dan Dirlantas di wilayah telah memahami tata kelola lalu lintas sehingga strategi pengamanan dapat berjalan efektif.
Tonton juga video "Tinjau Pelabuhan Bakauheni, Kakorlantas Pastikan Kesiapan Layani Pemudik"
(hri/zap)

















































