JK Dorong Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Diusut Serius

5 hours ago 3

Jakarta -

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) menyayangkan peristiwa penyerangan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. JK mendorong polisi mengusut tuntas kasus itu.

"Soal yang kena air-air keras, tentu kita pertama prihatin dan sayangkan itu terjadi," kata JK menjawab pertanyaan wartawan di kediamannya Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).

JK kemudian mengungkit peristiwa serupa yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kala itu Novel Baswedan. Menurut JK penyiraman air keras adalah hal yang serius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan harapan polisi betul-betul (mengusut kasusnya), karena ini setelah KPK dulu si Novel Baswedan itu, nah ini lagi, kena lagi," tuturnya.

Karena itu, dia berharap kepolisian bisa mengusut tuntas kasus itu. JK menduga peristiwa itu tak lepas dari isu-isu yang disuarakan Andrie Yunus.

"Berarti ada kelompok atau siapa itu kita tidak tahu, supaya polisi tentu ada hubungannya dengan itu apa namanya eh kegiatan yang bersangkutan. Jadi perlu kita lihat seperti itu, siapa yang dirugikan bertindak begitu," pungkasnya.

Sebagai informasi, peristiwa penyiraman air keras ini diduga terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat awalnya pelaku diduga dua orang pria yang berboncengan motor melintas di lokasi. Keduanya memutar balik motornya hingga berpapasan dengan korban.

Korban, yang saat itu mengendarai motor, disiram air keras oleh pelaku. Seketika korban merasa kepanasan dan menjatuhkan motornya di pinggir jalan hingga berteriak histeris.

"Aah... aah... aah.... panas... panas... panas. Air keras... air keras. Ya Allah, tolong, air keras... air keras... air keras," teriak korban, dilihat detikcom dalam CCTV, Jumat (13/3).

Korban seketika membuka pakaiannya. Terlihat baju korban koyak dan badannya melepuh akibat siraman air keras.
Teriakan korban seketika mengundang perhatian warga. Warga berdatangan mendatangi korban.

"LBH ya? LBH?" tanya warga.

"KontraS," jawab korban.

(ond/azh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |