Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
18 May 2026 09:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki pekan perdagangan pada periode 18-22 Mei 2026, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia kembali menjadwalkan periode cum date dividen tunai. Momen ini sering menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar yang mengincar pendapatan pasif melalui pembagian sebagian laba bersih perusahaan.
Sebagai informasi, tanggal cum dividen merupakan batas hari terakhir bagi investor untuk melakukan pembelian saham tertentu agar namanya terdaftar sebagai pihak yang berhak menerima pembayaran dividen tunai.
Apabila seorang investor melakukan pembelian saham setelah melewati batas waktu tersebut, atau tepatnya pada saat memasuki fase ex dividen, maka hak atas dividen bersangkutan secara otomatis tidak akan diperoleh. Oleh karena itu, pencermatan terhadap jadwal ini menjadi krusial dalam menyusun strategi portofolio investasi.
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dihimpun hingga Minggu (17/5/2026), terdapat 26 perusahaan tercatat yang akan melewati batas akhir periode cum dividen sepanjang pekan ini.
Beberapa saham yang masuk ke dalam daftar jadwal ini secara historis memiliki rekam jejak pembagian dividen yang cukup stabil. Tingkat imbal hasil atau yield yang ditawarkan pun sangat bervariasi tergantung dari performa dan juga kebijakan pemberian dividen yang dilakukan saat RUPS berlangsung.
Meskipun pembagian dividen menawarkan potensi keuntungan tambahan bagi pemegang saham, pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan aspek fundamental perusahaan.
Strategi perburuan dividen terkadang diwarnai oleh risiko koreksi harga saham pada saat tanggal ex dividen tiba. Keputusan investasi sebaiknya tidak didasarkan murni pada besaran nominal dividen yang ditawarkan, melainkan juga harus mempertimbangkan arah pergerakan tren harga di pasar, kondisi likuiditas saham, serta prospek kinerja emiten ke depan.
Berikut adalah jadwal lengkap cum dividen selama sepekan ke depan:
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google


















































