Jabar Batasi Delman-Angkot Saat Lebaran, Beri Kompensasi Rp 1,4 Juta

5 hours ago 1

Jakarta -

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri 2026. Salah satunya dengan menertibkan operasional angkutan tradisional di jalur arteri yang kerap memicu kemacetan.

Sebagai pengganti pembatasan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemdaprov Jabar telah menyiapkan kompensasi bagi pengemudi angkutan tradisional yang terdampak. Penertiban ini mencakup kendaraan seperti delman, becak, hingga angkot di sejumlah titik rawan kepadatan.

"Kawasan seperti Padalarang (Bandung Barat) yang sebelumnya tidak masuk, sekarang kita tambah. Termasuk juga di titik-titik kepadatan seperti Garut. Total se-Jawa Barat ada sekitar 5.000 penerima yang mendapat kompensasi ini," ujar KDM dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap kusir delman, tukang becak, dan sopir angkot yang terdaftar akan menerima dana Rp 1.400.000. Nilai tersebut merupakan akumulasi kompensasi harian sebesar Rp200.000 selama masa pembatasan operasional.

KDM menjelaskan, skema tahun ini berbeda dari sebelumnya yang hanya difokuskan pada satu pekan sebelum dan sesudah Idul Fitri. Penyaluran kini disesuaikan dengan pergerakan masyarakat.

"Uangnya sudah masuk semua. Nanti ada pembagiannya, sebagian cair sebelum Idul Fitri, dan sebagian lagi disalurkan setelah Idul Fitri saat sektor pariwisata sedang ramai-ramainya," jelasnya.

Pemdaprov Jabar juga menetapkan syarat tegas bagi penerima kompensasi, yakni tidak beroperasi di jalur utama mudik selama masa pembatasan. Pelanggaran terhadap aturan ini akan dievaluasi.

"Kalau masih ada yang 'nakal' dan beroperasi di jalur larangan, tahun depan akan kita panggil dan evaluasi," sambung KDM.

Selain itu, KDM memastikan kesiapan infrastruktur mudik di Jawa Barat, termasuk kondisi jalan provinsi dan penerangan yang dinilai sudah memadai.

"Jalan-jalan provinsi sudah bagus dan penerangan jalan juga aman," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah yang diambil Pemdaprov Jabar tersebut. Ia menilai program kompensasi ini mampu membantu kelancaran lalu lintas sekaligus memberikan perlindungan bagi pengemudi angkutan tradisional.

"Program ini sangat baik karena membantu petugas di lapangan melancarkan arus lalu lintas, membuat pemudik nyaman, sekaligus memastikan para pengemudi angkutan tradisional bisa beristirahat namun tetap mendapat bantuan. Kami sangat mengapresiasi Pak Gubernur," puji Dudy.

Ia pun berharap kebijakan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain, dengan penyesuaian kemampuan anggaran masing-masing.

Tonton juga video "Aksi Menteri Bahlil Narik Angkot di Fakfak, Kenang Masa Lalu"

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |