IRSX Siap Rights Issue Jumbo Rp3,7 Triliun, Sahamnya Menarik Ditebus?

2 hours ago 1

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

19 January 2026 11:50

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) yang juga bersiap menggelar right issue dengan nilai jumbo sampai Rp3,7 triliun, apakah menarik untuk ditebus dan kira-kira gimana prospeknya?

Rencana Right Issue IRSX

Prospektus right issue IRSX resmi terbit pada Rabu pekan lalu (14/1/2026), rencananya mereka akan menggalang modal jumbo sampai Rp3,7 triliun dengan skema penerbitan hingga 12,39 miliar saham baru dan rasio 1:2 (setiap 1 saham lama berhak atas 2 HMETD).

Jika pemegang saham tidak mengeksekusi haknya, porsi kepemilikan bisa terdilusi hingga sekitar 66,67 persen setelah rights issue selesai.

Harga pelaksanaan saham baru ditetapkan Rp300 per lembar, hampir diskon setengah dari posisi harga Rp580 saat prospektus diterbitkan.

Sehari setelah terbit prospektus tepatnya pada Kamis (15/1/2026), harga saham IRSX kemudian melambung sampai mentok Auto Reject Atas (ARA) ke posisi Rp725 per saham.

Penghitungan Harga Teoritis

Dari harga penutupan akhir pekan lalu, kami kemudian menghitung potensi harga teoritis-nya.

Penghitungan harga ini penting untuk kita mengetahui sebesar besar risiko penurunan harga waktu cum date right issue nanti yang akan berlangsung pada 5 Maret 2026 mendatang.

Dengan asumsi harga sebelum right issue di 725, harga pelaksanaan di 300, dan rasio 1:2, maka harga teoritis potensi berada di Rp442 per saham.

Level ini bisa menjadi acuan pasar dalam menyesuaikan harga pasca cum date, meskipun realisasi di lapangan tetap dipengaruhi sentimen dan kondisi likuiditas.

Dari hitungan ini, aksi menebus HMETD akan relatif menguntungkan bagi investor yang posisi belinya di atas harga teoritis Rp442. Semakin tinggi harga beli awal di atas level tersebut, semakin besar manfaat rights issue untuk menurunkan harga rata-rata (average price).

Sebaliknya, bagi investor yang posisi belinya sudah jauh di bawah Rp442, manfaat rights issue lebih terbatas dan justru perlu mempertimbangkan tambahan modal yang harus dikeluarkan.

Artinya, jika setelah cum date harga saham mampu bertahan di atas Rp442, maka secara matematis posisi investor yang menebus HMETD masih berada di zona aman.

Namun jika harga turun jauh di bawah level tersebut, tekanan tetap akan terasa meskipun sudah ikut rights issue.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa pemegang saham tidak wajib menebus seluruh HMETD. Investor bisa menebus sebagian hak untuk menyesuaikan dengan kemampuan modal, atau tidak menebus sama sekali dengan konsekuensi dilusi kepemilikan.

Jika keputusan tidak mau ditebus, pastikan hak dijual sebelum kadaluarsa melewati periode jual HMETD.

Namun, kembali lagi keputusan menebus atau tidak sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko, kesiapan dana, serta keyakinan terhadap prospek bisnis ke depan, karena harga teoritis hanyalah alat bantu hitung, bukan jaminan pergerakan harga di pasar.

Berikut jadwal penting bagi yang mau mengikuti gelaran right issue IRSX:

  • Cum date di pasar reguler dan nego : 5 Maret 2026

  • Ex date : 6 Maret 2026

  • Distribusi HMETD : 10 Maret 2026

  • Pencatatan HMETD di BEI : 11 Maret 2026

  • Periode Pelaksanaan HMETD (tebus rights) : 11-17 Maret 2026

  • Penyerahan saham hasil HMETD : 13 - 26 Maret 2026

  • Batas akhir pembayaran saham tambahan : 25 Maret 2026

  • Penjatahan saham tambahan : 26 Maret 2026

  • Pengembalian dana (jika ada pengembalian) : 26 Maret 2026

Rencana Penggunaan Dana

Beralih ke penggunaan dana dari right issue, jika sukses IRSX potensi mendapatkan dana segar sampai Rp3,7 triliun.

Mayoritas dana dialokasikan untuk ekspansi agresif ke ekosistem entertainment dan digital, mulai dari inkubasi kreator, produksi konten dan film, hingga penyelenggaraan event berskala besar.

Porsi terbesar mengalir ke PT Folago Karya Indonesia untuk akuisisi hak komersial jangka panjang artis dan influencer, disusul PT Folago Digital Media untuk bisnis event dan jaringan kreator, serta PT Folago Picture Indonesia untuk produksi film/konten.

Alokasi ini menunjukkan arah transformasi IRSX menjadi platform hiburan terintegrasi, namun di sisi lain juga menegaskan bahwa bisnis yang digarap bersifat padat modal, padat biaya, dan sangat bergantung pada eksekusi manajemen serta tren pasar. Berikut rincian-nya:

Ada Standby Buyer

Salah satu poin penting dari right issue IRSX adalah adanya standby buyer, yakni pemegang saham pengendali PT Matra Tri Abadi, yang menyatakan kesediaan untuk menyerap sisa saham baru apabila tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD publik.

Komitmen ini memberikan kepastian bahwa rights issue akan tetap berjalan sesuai rencana, sekaligus menurunkan risiko gagal serap.

Namun, implikasinya perlu dicermati, jika partisipasi publik rendah, porsi kepemilikan pengendali bisa meningkat signifikan, yang berpotensi menekan free float dan likuiditas saham di pasar sekunder ke depan.

Ada Bonus Waran Seri II

Sebagai pemanis, IRSX juga menerbitkan Waran Seri II secara cuma-cuma bagi investor yang mengeksekusi HMETD.

Setiap 10 saham baru hasil rights issue berhak atas 1 waran, dengan harga pelaksanaan Rp350 dan periode pelaksanaan mulai September 2026 hingga September 2028.

Bonus waran ini memberi opsi tambahan upside apabila kinerja dan harga saham IRSX mampu tumbuh dalam jangka menengah-panjang.

Namun, waran tetap memiliki risiko, jika harga saham di masa depan tidak pernah melampaui harga pelaksanaan, maka waran tersebut tidak bernilai dan akan kadaluarsa. Artinya, waran lebih tepat dipandang sebagai opsi tambahan, bukan faktor utama dalam mengambil keputusan rights issue.

Kesimpulannya, right issue IRSX menawarkan diskon besar di harga pelaksanaan, penggunaan dana yang cukup rinci, serta dukungan penuh pengendali.

Namun di sisi lain, skala aksi yang jumbo, karakter bisnis entertainment yang high cost-high risk, serta potensi penurunan likuiditas pasca rights issue membuat pergerakan saham sangat sensitif terhadap sentimen dan ekspektasi, bukan semata fundamental jangka pendek.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |