Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan lalu, banyak pengguna Instagram mendadak menerima email resmi dari platform, yang berisi tautan untuk atur ulang kata sandi atau reset password. Padahal, mereka sama sekali tidak mengajukan permintaan tersebut. Fenomena ini rupanya terjadi secara masif di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Terkait hal ini, Instagram akhirnya buka suara setelah heboh kejadian tersebut dikaitkan dengan dugaan kebocoran data jutaan akun pengguna.
Perusahaan menegaskan tidak ada pelanggaran keamanan, meskipun laporan dari Malwarebytes menyebut penjahat siber telah mencuri informasi dari hampir 17,5 juta akun dan menjualnya di dark web.
Laporan Malwarebytes yang beredar luas menyatakan data sensitif seperti nama pengguna, alamat fisik, nomor telepon, dan alamat email diduga bocor dan dapat dibeli secara bebas oleh pelaku kejahatan siber. Temuan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan pengguna, terutama setelah muncul keluhan terkait email permintaan pengaturan ulang kata sandi yang mencurigakan.
Instagram membantah bahwa sistemnya mengalami kebocoran data. Melalui keterangan resmi di platform X, perusahaan menjelaskan bahwa permintaan reset password yang diterima sejumlah pengguna merupakan dampak dari masalah teknis yang sudah diperbaiki.
"Kami telah memperbaiki masalah yang memungkinkan pihak luar mengirim permintaan reset password kepada beberapa orang... akun Instagram Anda aman," tulis Instagram melalui platform X.
Jika pengguna menerima email serupa dalam beberapa hari terakhir, Instagram menyarankan agar email tersebut diabaikan.
Meski Instagram menegaskan tidak ada kebocoran data dan menyatakan bahwa permintaan reset password hanya masalah teknis, pengguna tetap disarankan untuk waspada.
Seiring berkembangnya teknologi, penjahat siber menemukan cara baru untuk membobol akun. Jika menggunakan aplikasi Instagram, disarankan untuk mengaktifkan Multi-Factor Authentication (MFA) agar tetap aman.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]


















































