Gerakan Pangan Murah Polri Salurkan 1.337 Ton Beras Se-RI Jelang Lebaran

3 hours ago 2

Jakarta -

Polri kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan Perum Bulog. Gerakan ini bertujuan untuk memberikan sembako murah dan membantu masyarakat yang terdampak lonjakan harga kebutuhan pokok.

Kegiatan ini berlangsung di Kompleks Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jumat (13/3/2026). Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo hadir langsung dalam pembukaan GPM hari ini.

Komjen Dedi bersama Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan pengecekan antrean pangan murah di lokasi. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komjen Dedi mengatakan gerakan ini merupakan upaya pemerintah bersama Polri untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman.

"Pada hari ini Polri bersama Dirut Bulog dan kementerian terkait melaksanakan Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia. Ini untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman dan mencukupi," kata Komjen Dedi.

Dalam kegiatan tersebut, Polri menyalurkan sebanyak 1.337 ton beras kepada masyarakat guna membantu menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan. Kegiatan ini digelar oleh 36 Polda serta sekitar 500 Polres di seluruh Indonesia.

"Untuk Gerakan Pangan Murah kita menyalurkan kurang lebih sekitar 1.337.375 kilogram atau 1.337 ton beras di seluruh Indonesia," tutur Dedi.

Selain beras, sejumlah kebutuhan pokok lain juga turut didistribusikan, seperti gula, minyak goreng, tepung, serta bahan pangan penting lainnya. Sehingga, masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Lebaran.

"Tahun ini Polri mendapat kuota kurang lebih sekitar 80.000 ton juga minyak goreng, tepung, gula, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang dimiliki oleh Bulog ya. Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat," ucapnya.

Khusus di Polda Metro Jaya, kegiatan GPM hari ini menargetkan sekitar 3.000 penerima manfaat. Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti buruh, pengemudi ojek online, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat sekitar Jakarta Utara.

"Kita akan melayani semua kebutuhan masyarakat khususnya di bidang pangan maupun kesehatan, juga secara nasional artinya di jajaran juga menyelenggarakan hal yang sama," tuturnya.

(ond/whn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |