Gentengisasi, Pramono Perintahkan Rumah-Rusun Baru di DKI Tak Pakai Seng

3 hours ago 1
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan rumah susun (rusun) baru yang dibangun Pemprov DKI Jakarta ke depan tidak boleh lagi menggunakan atap asbes maupun seng. Kebijakan tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait program 'gentengisasi'.

"Tentunya DKI Jakarta akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurut Pramono, penggunaan atap seng dinilai sudah tidak sesuai lagi, terutama untuk hunian yang dibangun oleh pemerintah. Pramono menyebut kebijakan tersebut akan mulai diterapkan pada pembangunan rusun dan rumah baru milik Pemprov DKI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah tidak boleh lagi pakai seng," ujarnya.

Meski demikian, Pramono menyebut penggunaan atap seng di Jakarta sebenarnya sudah tidak terlalu banyak. Namun Pemprov DKI tetap akan memastikan pembangunan hunian ke depan lebih tertata dan layak.

"Memang di Jakarta yang memanfaatkan seng itu sebenarnya tidak terlalu banyak," katanya.

Sebelumnya, dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Selasa (2/2), Presiden Prabowo Subianto sempat mengenalkan proyek 'gentengisasi'.

'Gentengisasi' merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang juga dikenalkan Prabowo dalam acara tersebut. Ia meminta agar atap rumah diganti dari yang semula memakai seng menjadi genting.

"Salah satu dalam rangka indah, saya lihat Saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genting dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genting dari seng," ujar Prabowo.

"Maaf, saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya. Maaf, bikin yang lain-lain, deh," imbuhnya.

(bel/rfs)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |