Gas Metana Bekas Rawa Diduga Jadi Penyebab Rumah di Sleman 39 Kali Kebakaran

3 hours ago 1

Sleman -

Tim Geolog Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jogja turun tangan menyelidiki kassus rumah rumah warga di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman yang mengalami kebakaran hingga 39 kali. Tim geolog menduga gas metana yang berasal dari bekas rawa menjadi pemicu kebakaran misterius tersebut.

Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN Jogja, Basuki Rahmad, menemukan ada beberapa semburan gas yang terkonsentrasi di dalam rumah. Semburan gas itu diduga kuat berada di kawasan sungai yang berjarak 300 meter dari rumah tersebut.

Di lokasi itu terdapat singkapan batuan berwarna gelap dengan genangan air yang mengeluarkan gelembung gas. Menurut Basuki, batuan berwarna gelap yang ditemukan di lokasi itu diduga menjadi tempat tersimpannya gas metana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah akhirnya kami ketemu gelembung-gelembung gas yang indikasi kuat itu adalah gas metana, gas CH4. Itu tepat di bawah jembatan Jalan Nepen," ujarnya dilansir detikJogja, Minggu (31/5/2026).

Tekanan gas disebut relatif lemah. Meski demikian, tekanan gas masih terlihat keluar dari bawah permukaan air.

"Jadi artinya, indikasi pertama, karena ini masih investigasi awal, indikasi kuat sumber gas ini adalah gas metana dari rawa. Jadi ini salah satu indikasi kuat batuan wilayah ini dulunya memang bekas rawa," jelasnya.

Basuki menyebut timnya juga menemukan indikasi adanya jalur retakan atau patahan yang mengarah ke utara. Hal ini diduga menjadi jalur migrasi gas hingga mencapai rumah warga.

"Kami juga dapatkan indikasi jalur-jalur semacam patahan, retakan-retakan yang arahnya ke utara, dan diindikasikan kuat juga migrasi ini nyasar ke rumahnya Pak Agus," kata dia.

Basuki menilai kondisi saat ini relatif aman karena semburan gas dan api sudah tidak lagi muncul. Meski demikian, tim gabungan masih akan melakukan pemantauan selama sekitar sebulan untuk memastikan kondisi benar-benar stabil.

Berdasarkan pemeriksaan awal, gas tersebut tidak memiliki tekanan tinggi sehingga tidak terlalu membahayakan.

Baca selengkapnya di sini.

(wnv/wnv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |