Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten milik Hermanto Tanoko, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang efektif berlaku mulai 1 Juli 2026. Putusan tersebut telah disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Henryanto Komala ditunjuk sebagai Direktur Utama Perseroan, sementara Kambiyanto Kettin diangkat sebagai Komisaris Utama Perseroan.
Selain itu, agenda RUPST juga memutuskan untuk membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2025 sebesar Rp1,5 per saham atau dengan nilai total Rp10,2 miliar.
"Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham," tulis manajemen, Selasa (30/6/2026).
Sebagai informasi, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp77,0 miliar. Selain dialokasikan untuk dividen Rp10,2 miliar, dari dana tersebut, DEPO juga menetapkan pembentukan dana cadangan sebesar Rp5,0 miliar.
Kambiyanto Kettin menyampaikan bahwa Perseroan akan terus fokus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui kombinasi ekspansi yang terukur, peningkatan efisiensi operasional, penguatan portofolio produk, serta pengembangan kapabilitas digital.
"Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia," ujar Kambiyanto.
Terkait strategi pengembangan usaha, Perseroan akan melanjutkan ekspansi jaringan toko dengan mempertimbangkan potensi pasar, kualitas lokasi, dan disiplin investasi yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
"Kami meyakini bahwa ekspansi yang dilakukan secara selektif dan didukung oleh pemahaman pasar yang kuat akan semakin memperkuat posisi Perseroan di industri ritel bahan bangunan nasional," tambahnya.
Di sisi lain, la melanjutkan, pengembangan kanal digital tetap menjadi salah satu prioritas utama Perseroan sebagai bagian dari strategi omnichannel yang terintegrasi.
"Kanal digital kami pandang sebagai pelengkap yang strategis bagi jaringan toko fisik. Melalui pendekatan omnichannel, Perseroan berupaya menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi pelanggan, sekaligus mendukung efektivitas operasional dan penguatan hubungan dengan pelanggan," jelas Kambiyanto.
Perseroan juga melaporkan bahwa seluruh dana bersih hasil IPO sebesar Rp487,8 miliar telah terealisasi sesuai rencana penggunaan yang telah disampaikan kepada regulator dan pemegang saham. Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, serta modal kerja Perseroan.
(fsd/fsd)
Addsource on Google


















































