Elon Musk Ditendang dari Perusahaan Sendiri, Sekarang Dibilang Konyol

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO OpenAI, Sam Altman, menilai gagasan membangun pusat data (data center) di luar angkasa sebagai sesuatu yang tidak realistis untuk dekade ini.

Dalam wawancara bersama Express Adda, Altman secara tegas menyebut ide tersebut konyol, merujuk pada tingginya biaya peluncuran serta kompleksitas teknis memperbaiki perangkat di orbit.

"Menempatkan data center di luar angkasa dengan kondisi saat ini adalah konyol. Pusat data orbital tidak akan berdampak dalam skala besar pada dekade ini karena perhitungan kasar biaya peluncuran dan betapa sulitnya memperbaiki GPU yang rusak di luar angkasa," ujar Altman, dikutip dari Indian Express, Senin (23/2/2026).

Pernyataan itu bertolak belakang dengan pandangan Elon Musk, pendiri SpaceX, yang mendorong pemindahan komputasi AI ke orbit menggunakan satelit dan tenaga surya.

Ketegangan antara keduanya sudah berlangsung sejak lama. Musk merupakan salah satu pendiri awal OpenAI pada 2015 bersama Altman, dengan visi awal sebagai organisasi nirlaba dan riset terbuka. Namun, pada 2018 Musk keluar, dilaporkan karena konflik kepentingan dengan Tesla.

Sejak itu, Musk kerap mengkritik transformasi OpenAI menjadi model keuntungan terbatas, masuknya investasi besar dari Microsoft, serta pembatasan akses model AI canggihnya. Ia bahkan menggugat OpenAI dan pada 2023 mendirikan perusahaan AI tandingan, xAI, dengan model unggulan Grok.

Krisis energi dan beban komputasi AI

Lonjakan kemampuan AI mendorong kebutuhan komputasi ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Altman memperkirakan pembangunan infrastruktur komputasi global akan menjadi proyek paling mahal dan kompleks dalam sejarah modern.

Beban ini juga berdampak pada konsumsi energi. International Energy Agency memperingatkan penggunaan listrik pusat data bisa meningkat dua kali lipat pada 2026. Sementara energi terbarukan belum sepenuhnya stabil tanpa penyimpanan besar, opsi nuklir pun membutuhkan waktu lama untuk beroperasi.

Sebagian pelaku industri mulai melirik pusat data orbital yang memanfaatkan energi surya konstan di luar angkasa. Namun, selain tantangan biaya dan teknis, belum ada kerangka regulasi yang jelas untuk infrastruktur semacam itu.

Dalam sesi tanya jawab, Altman juga diminta menilai kemungkinan ia dan Musk kembali berteman dibandingkan dengan kemungkinan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) kehilangan dominasinya di industri chip global.

"Saya pikir saya dan Musk kembali menjadi teman itu kemungkinannya lebih kecil," akunya, lalu menambahkan dengan nada humor, "Saya merasa saya punya lebih banyak kendali atas yang itu."

Terlepas dari keretakan hubungan keduanya, Altman tetap mengakui talenta unik Musk. Ketika diminta menyebutkan satu hal yang ia kagumi dari Musk, Altman memberikan pujian tinggi atas kemampuan operasional dan teknis sang miliarder.

"Dia sangat hebat dalam rekayasa fisik dan juga sangat hebat dalam membuat orang-orang bekerja dengan performa luar biasa dalam pekerjaan mereka."

"Saya pikir saya dan Musk kembali menjadi teman itu kemungkinannya lebih kecil," kata Altman. "Saya merasa saya punya lebih banyak kendali atas yang itu."

Terlepas dari keretakan hubungan keduanya, Altman tetap mengakui talenta unik Musk. Ketika diminta menyebutkan satu hal yang ia kagumi dari Musk, Altman memberikan pujian tinggi atas kemampuan operasional dan teknis sang miliarder.

"Dia sangat hebat dalam rekayasa fisik dan juga sangat hebat dalam membuat orang-orang bekerja dengan performa luar biasa dalam pekerjaan mereka," ujarnya.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |