Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
05 May 2026 11:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia mencatat kinerja impresif pada awal 2026. Pertumbuhan ekonomi Tanah Air melaju lebih kencang dari perkiraan dan kembali berada jauh di atas rata-rata negara G20.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh 5,61% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sementara secara kuartalan atau quarter-to-quarter (qoq), ekonomi Indonesia terkontraksi 0,77%.
Berdasarkan data BPS, PDB Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun. Sementara PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.447,7 triliun.
Capaian ini menempatkan Indonesia di peringkat pertama dalam daftar sementara pertumbuhan ekonomi negara-negara G20 pada kuartal I-2026. Indonesia melampaui China yang berada tepat di bawahnya, setelah ekonomi Negeri Tirai Bambu tumbuh 5,0% yoy pada periode yang sama.
Hingga Selasa (5/5/2026), sejumlah negara G20 telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026. Artinya, peringkat ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring rilis data negara anggota lainnya.
Adapun setelah China, pertumbuhan ekonomi tertinggi berikutnya dicatatkan Korea Selatan sebesar 3,6%, Arab Saudi 2,8%, dan Amerika Serikat 2,7%.
Sementara itu, sejumlah anggota G20 lainnya tumbuh jauh lebih rendah. Prancis tercatat tumbuh 1,1%, Uni Eropa 0,8%, Italia 0,8%, Jerman 0,3%, dan Meksiko hanya 0,1%.
Sebagai catatan, G20 merupakan forum kerja sama ekonomi utama yang beranggotakan 19 negara dan Uni Eropa, yang dibentuk untuk memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi global dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
Jika ditarik lebih jauh, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum masih berada jauh di atas rata-rata negara G20. Dalam dua tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia tercatat 5,08%, sementara rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 sebesar 3,30%.
Dengan demikian, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua tahun terakhir lebih tinggi 1,78 poin persentase dibandingkan rata-rata G20. Selisih tersebut setara dengan 178 basis poin.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google


















































