Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menggandeng Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri hingga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mencegah tawuran dan paparan radikalisme di lingkungan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan persoalan tawuran pelajar harus dituntaskan.
"Kami sudah menjalin dengan Densus 88. Bahkan menurut Densus 88, kami baru saja mendapatkan penghargaan dari Kapolri, provinsi yang memang pencegahannya deteksi dininya lebih cepat," kata Nahdiana dalam rapat kerja bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta, Senin (25/5/2026).
Selain Densus 88 dan BNPT, Disdik DKI menggandeng kepolisian wilayah melalui pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Sekolah yang diinisiasi Polda Metro Jaya. Dia mengatakan program percontohan forum itu telah berjalan di SMA Negeri 1 Jakarta.
"Isinya di sana adalah dari Polda sendiri, dari kami, camat, lurah, plus tokoh masyarakat," jelasnya.
Dia mengatakan forum tersebut dibentuk untuk meningkatkan pengawasan aktivitas siswa, termasuk di luar lingkungan sekolah. Disdik DKI menilai penanganan tawuran dan potensi radikalisme tidak dapat dibebankan kepada sekolah saja.
"Kami sedang terus mengedukasi bahwa proses pendidikan tidak boleh hanya dilihat sekolah, karena anak datang dari rumah. Dia nggak bisa skeptis, di sekolah dia berbuat A, di rumah dia berbuat B," katanya.
Nahdiana menyebut pihaknya mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam pembinaan siswa. Menurut dia, anak-anak tidak boleh memiliki ruang kosong pengawasan.
"Nah kalau ini kita orkestrasi dengan baik, maka anak-anak kita itu tidak punya ruang kosong atau ruang hampa," tuturnya.
Dia mengatakan Disdik DKI telah menjalankan program anjangsana sekolah dan memanfaatkan taman milik Pemprov DKI sebagai lokasi outing class. Program tersebut, katanya, merupakan upaya edukasi dan pembinaan siswa agar lebih produktif di luar ruang kelas.
"Kami sudah membuka, mengaktivasi taman-taman yang diaktivasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi outing class. Nah Bapak, Ibu sekarang sudah mulai melihat anak-anak, kalau kemarin terakhir Jakarta Selatan di Ecopark," ujarnya.
(bel/haf)


















































