Diguyur Hujan 36 Hari, Ratusan Peringatan Banjir Bergema di Negara Ini

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonsia - Pemerintah Inggris mengeluarkan ratusan peringatan dan siaga banjir di seluruh wilayah menyusul hujan deras yang mengguyur tanpa henti selama berhari-hari. Hingga Minggu (8/2/2026) sore waktu setempat, Badan Lingkungan Hidup Inggris menetapkan total 89 peringatan banjir di mana banjir diperkirakan akan terjadi dan 223 siaga banjir yang menandakan potensi luapan air.

Sebagian besar peringatan tersebut dikeluarkan untuk wilayah barat daya dan Midlands, sementara di Skotlandia tercatat ada empat peringatan banjir yang aktif. Badan Lingkungan Hidup memprediksi banjir akibat air tanah kemungkinan besar akan terjadi di Dorset, Wiltshire, Hampshire, dan West Sussex selama lima hari ke depan, serta luapan sungai di seluruh Somerset.

Kondisi serupa diprediksi melanda Sungai Severn selama lima hari ke depan, serta Sungai Trent dan Soar hingga Selasa mendatang. Selain itu, banjir daratan lokal kemungkinan besar terjadi di wilayah selatan dan barat Inggris pada Senin dan Selasa, dengan potensi perluasan dampak ke wilayah yang lebih luas hingga Rabu.

Kantor Meteorologi Inggris (Met Office) secara resmi telah mengeluarkan peringatan cuaca kuning untuk hujan deras pada hari Senin mulai pukul 12.00 siang hingga tengah malam. Peringatan ini mencakup sebagian London, Inggris Tenggara, Inggris Barat Daya, dan Wales, dengan risiko gangguan perjalanan serta pemadaman listrik.

Pihak peramal cuaca memberikan penjelasan detail mengenai pergerakan massa air yang akan melanda wilayah tersebut dalam waktu dekat.

"Pita hujan dan hujan lebat akan bergerak ke timur melintasi bagian selatan Inggris dan Wales selama Senin sore dan malam. Curah hujan 10-15 mm kemungkinan besar terjadi secara luas dengan 20-30 mm di beberapa tempat yang terpapar angin kencang dari selatan ke tenggara," ungkap peramal cuaca Met Office dikutip Independent, Selasa (10/2/2026).

Fenomena cuaca ekstrem ini memperpanjang catatan kelam cuaca Inggris di awal tahun 2026, di mana hujan tercatat telah turun setiap hari selama 36 hari berturut-turut. Di wilayah barat daya Inggris dan Wales Selatan, curah hujan bahkan mencapai 50 persen lebih tinggi dari biasanya, yang diperparah oleh hantaman tiga badai besar sepanjang Januari lalu.

Juru bicara Met Office, Stephen Dixon, memaparkan bahwa kondisi basah ini merata di hampir seluruh jaringan pemantauan cuaca sejak pergantian tahun.

"Hujan telah dilaporkan terjadi di suatu tempat dalam jaringan setiap hari sepanjang tahun ini. Meskipun jumlahnya tidak signifikan pada beberapa hari, dan beberapa daerah mengalami hari yang kering, Inggris mengalami awal tahun yang basah, terutama di Irlandia Utara dan Inggris selatan," kata Stephen Dixon.

Dixon menambahkan bahwa pola cuaca ini dipicu oleh sistem tekanan rendah yang datang secara beruntun dari arah barat. Menurutnya, belum ada tanda-tanda kondisi cuaca akan membaik dalam waktu dekat bagi warga Inggris.

"Hal ini sebagian besar disebabkan oleh suksesi front atau sistem tekanan rendah yang datang dari barat, membawa hujan lebat pada waktu-waktu tertentu, serta angin yang merusak bagi sebagian wilayah. Ada sedikit tanda mereda dalam perkiraan saat ini, dengan cuaca tidak menentu lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang dan selama akhir pekan," pungkas Dixon.

(tps/tfa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |