Danseskoau: Era Perang Modern, TNI AU Harus Siap Orkestrasi Kekuatan Multidomain

8 hours ago 5

Jakarta -

Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Danseskoau), Marsda TNI Jorry S. Koloay, menegaskan karakter peperangan modern telah berubah secara fundamental. Ancaman kini melibatkan domain darat, laut, udara, siber, hingga ruang angkasa secara simultan.

"Transformasi ini bukan sekadar modernisasi alutsista, tetapi transformasi pola pikir dan strategi. TNI Angkatan Udara harus mampu mengintegrasikan seluruh domain operasi secara terpadu untuk menciptakan keunggulan strategis nasional," tegasnya saat memberi sambutan di Lokakarya Perwira Siswa (Pasis) Angkatan ke-64 Tahun Pendidikan 2026 di Gedung Widya Mandala I, Lembang, Jawa Barat (Jabar), pada Selasa (26/03/2026).

Marsda Jorry menekankan konsep multidomain operations (MDO) dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, di mana mengedepankan integrasi dan sinkronisasi lintas domain. Sinergi antara unsur militer, regulator navigasi udara, dan industri teknologi pertahanan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjawab tantangan perang modern yang sarat teknologi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kekuatan udara tidak lagi berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari orkestrasi kekuatan nasional yang menyatu dengan domain siber dan ruang angkasa," ucap dia lebih dalam, sesuai tema acara yakni 'Transformasi TNI Angkatan Udara Menuju Multi-Domain Operations Guna Menghadapi Era Perang Modern'.

"Interoperabilitas sistem, integrasi komando dan kendali, serta penguasaan teknologi tinggi adalah kunci keberhasilan operasi multidomain," sambung Marsda Jorry.

Lokakarya Perwira Siswa (Pasis) Angkatan ke-64 Tahun Pendidikan 2026 di Gedung Widya Mandala I, Lembang, Selasa (26/03/2026).Lokakarya Perwira Siswa (Pasis) Angkatan ke-64 Tahun Pendidikan 2026 di Gedung Widya Mandala I, Lembang, Selasa (26/03/2026). (Foto: dok. istimewa)

Dia berharap forum ini melahirkan gagasan visioner dan aplikatif dari para perwira siswa karena selain aspek strategis, lokakarya ini juga mengkaji pengembangan teknologi TNI AU dalam kerangka pengendalian, pengelolaan, dan status kawasan.

"Saya berharap para Perwira Siswa memanfaatkan forum ini secara maksimal, berdiskusi secara kritis dan berbasis data, sehingga mampu menghasilkan rekomendasi yang solutif dan implementatif bagi masa depan TNI Angkatan Udara," tambahnya.

Tak hanya Marsda Jorry, sejumlah narasumber di antaranya Kepala Dinas Hukum TNI Angkatan Udara Marsma TNI Agus Pramono; Kabid OMU Puskodal Koopsudnas Kolonel Nav Sudaryanto, S.M; EVP of Standard and Security AirNav Indonesia Veranty; hingga Direktur PT Infoglobal Teknologi Semesta J. Adi Sasongko, hadir dalam acara ini. Terlihat juga Wadanseskoau Marsma TNI Irwan Pramuda; Kakordos Seskoau Marsma TNI Budi Santoso; serta para pejabat struktural dan fungsional lainnya.

Tercatat 100 perwira siswa yang jadi peserta kegiatan terdiri dari 84 perwira TNI AU, 4 TNI AL, 2 TNI AD, 3 perwira Polri, serta 7 perwira siswa negara sahabat dari Amerika Serikat, Australia, Cina, India, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Seskoau kembali menegaskan perannya sebagai kawah candradimuka lahirnya pemimpin TNI AU yang adaptif, visioner, dan siap menghadapi spektrum ancaman mendatang.

Lokakarya Perwira Siswa (Pasis) Angkatan ke-64 Tahun Pendidikan 2026 di Gedung Widya Mandala I, Lembang, Selasa (26/03/2026).Lokakarya Perwira Siswa (Pasis) Angkatan ke-64 Tahun Pendidikan 2026 di Gedung Widya Mandala I, Lembang, Selasa (26/03/2026). (Foto: dok. istimewa)


(aud/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |