Jakarta -
Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah meninjau langsung kesiapan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Keduanya juga mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Pratikno serta sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara.
Di Pelabuhan Merak, rombongan meninjau sejumlah titik strategis, terutama Terminal Eksekutif yang menjadi jalur utama penyeberangan kendaraan kecil dan penumpang pejalan kaki menuju Pulau Sumatera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, rombongan juga mengecek armada kapal yang akan beroperasi selama masa arus mudik Lebaran guna memastikan pelayanan penyeberangan berjalan optimal.
Menko PMK Pratikno mengatakan peninjauan tersebut sekaligus untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran tahun ini.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub), jumlah pemudik pada tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 143 juta orang. Namun, angka tersebut berpotensi lebih tinggi saat realisasi di lapangan.
"Target kita tentu saja agar mudik berjalan aman, lancar, nyaman, dan selamat," kata Pratikno, dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan mulai terjadi sekitar 18 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada akhir Maret.
Dengan rentang waktu mudik yang cukup panjang itu, pemerintah berharap pergerakan masyarakat dapat tersebar pada beberapa hari sehingga tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
"Kami berharap arus mudik bisa terdistribusi lebih merata karena tahun ini ada akhir pekan, kebijakan pengaturan kerja fleksibel (flexible working arrangement) bagi ASN, cuti bersama, serta libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri," jelas Pratikno.
Pratikno juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di lapangan, termasuk faktor cuaca dan kondisi operasional pelabuhan. Petugas harus responsif melayani pemudik jika ada kendala di lapangan.
"Kepada masyarakat juga kami imbau untuk selalu mengikuti informasi resmi serta arahan petugas agar perjalanan mudik berjalan aman, nyaman, lancar, dan selamat," kata Pratikno.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa sejumlah langkah telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan penumpang di kawasan Pelabuhan Merak.
Dalam persiapan arus mudik tahun ini, dilakukan sejumlah penguatan fasilitas pendukung, termasuk penambahan zona penyangga (buffer zone) guna mengurai kepadatan kendaraan yang menuju pelabuhan.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah pelabuhan alternatif sebagai langkah antisipasi apabila terjadi antrean panjang di Pelabuhan Merak, termasuk penggunaan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon sebagai jalur menuju pelabuhan.
"Selain itu, ada pelabuhan yang bisa dijadikan sebagai alternatif ketika kondisi antrean cukup panjang, yakni Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera," jelas Sigit.
Kapolri turut menyoroti pentingnya keberadaan pusat komando (command center) dan pusat media (media center) selama masa arus mudik.
Menurutnya, kedua fasilitas tersebut memiliki peran vital dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat secara cepat dan akurat.
"Karena yang terpenting itu bagaimana seluruh kebijakan bisa tersosialisasi secara luas," kata Sigit.
Sebagai informasi, dalam peninjauan tersebut hadir Menteri Perhubungan RI (Menhub) Dudy Purwagandhi, Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (PPPA) Arifah Fauzi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika RI (BMKG) Prof Teuku Faisal Fathani. (Adv)
Lihat juga Video: Pelabuhan Merak Terpantau Lengang Malam Ini
(prf/ega)


















































