Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan deretan barang yang akan didistribusikan oleh Koperasi Desa Merah Putih saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Senin (18/5/2026).
Prabowo mengatakan barang-barang yang akan dijual Kopdes Merah Putih di antaranya ialah sembako, termasuk barang-barang yang disubsidi pemerintah, tabung gas, pupuk subsidi, layanan logistik yang kerja sama dengan Pos Indonesia, hingga obat murah.
Kopdes Merah putih kata dia juga akan memberikan layanan penyaluran kredit murah, bantuan pemerintah, hingga mampu menyerap gabat petani.
"Ini adalah kegiatan-kegiatan Koperasi Merah Putih. Ada sembako yang dijual, sembako macam-macam termasuk subsidi, juga penyalur-penyalur gas, tabung-tabung gas, penyalur pupuk subsidi, sembako subsidi, kredit murah," tutur Prabowo dikutip Senin (18/5/2026).
"Layanan logistik bekerja sama dengan Pos Indonesia, penyalur bantuan pemerintah, menyerap gabah petani, dan juga akan ada apotik obat murah. Obat yang kita tekan sehingga semurah-murahnya bisa dicapai oleh rakyat di seluruh Indonesia," tegasnya.
Prabowo menargetkan, pada Agustus 2026 minimal akan ada 20.000 koperasi yang terbangun di seluruh desa dan kelurahan Indonesia. Menurutnya, pembangunan puluhan ribu KDMP atau KKMP ini bukti keberhasilan pemerintah dalam menciptakan infrastrktur dasar yang menggerakkan perekonomian.
"Saya katakan 20.000 ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang bisa diketemukan di negara lain. Silakan diadakan suatu research, negara mana yang membangun, meresmikan 20.000 koperasi dalam waktu satu tahun. Saya kira jarang," paparnya.
Ia juga mengklaim, mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipadukan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan mampu menggerakkan perputaran uang hingga ratusan triliun rupiah di desa-desa tanpa mengandalkan konsep ekonomi neoliberal.
Menurut Prabowo, program MBG membuat uang terus berputar di tingkat desa karena kebutuhan pangan dipasok langsung oleh masyarakat sekitar.
"Yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG, mendasar. Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang," ujar Prabowo dikutip dari tayangan Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).
Ia kemudian menghitung, dengan asumsi 3.000 penerima manfaat dan anggaran Rp15 ribu per porsi, maka uang yang beredar mencapai Rp45 juta per hari di satu desa.
Prabowo melanjutkan, dalam satu bulan perputaran uang bisa mencapai Rp900 juta hingga Rp10,8 miliar dalam setahun hanya dari program MBG.
Menurutnya, dampak ekonomi tersebut memberdayakan petani, peternak, hingga pelaku UMKM desa ikut karena produk mereka terserap langsung di lingkungan sekitar.
"Artinya yang tanam ikan lele bisa dijual, yang tanam bawang merah bisa terjual, yang bikin tempe bisa terbeli, yang jual telur bisa... Semua produsen di desa itu hidup!" kata Prabowo.
Ia menegaskan, perputaran ekonomi bakal semakin besar setelah MBG dipadukan dengan Koperasi Desa Merah Putih.
"Sekian ratus triliun akan beredar di desa-desa, kelurahan-kelurahan, kabupaten-kabupaten. Ratusan triliun," ujarnya.
Prabowo lalu menyinggung konsep ekonomi pasar bebas yang menurutnya hanya membuat uang masyarakat mengalir ke kelompok bermodal besar dan akhirnya keluar negeri.
"Kalau kita pakai yang mereka katakan harus pasar bebas, neoliberal, pasar bebas, di mana modal besar yang akan berkuasa. Uangnya rakyat akan tersedot, berangkat-berangkat ujungnya ke luar negeri," tegasnya.
Karena itu, ia menilai kombinasi MBG dan koperasi desa akan menjadi fondasi kebangkitan ekonomi nasional berbasis rakyat.
"MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita," kata Prabowo.
(arj/arj)
Addsource on Google


















































