Jakarta, CNBC Indonesia - Peta persaingan industri otomotif nasional sepanjang 2025 masih didominasi pabrikan Jepang, namun mulai menunjukkan pergeseran menarik dengan masuknya merek-merek asal China ke jajaran teratas penjualan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan bahwa meski pasar mobil secara keseluruhan mengalami penurunan, kompetisi antarbrand justru semakin ketat.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, penjualan mobil secara ritel tercatat sebanyak 833.692 unit, sementara penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler mencapai 803.687 unit.
Toyota kembali tampil sebagai pemimpin pasar tanpa tergoyahkan. Produsen asal Jepang itu membukukan penjualan ritel 258.923 unit dan wholesales 250.431 unit sepanjang 2025. Jarak penjualan Toyota dengan para pesaingnya masih terpaut jauh, mencerminkan kuatnya loyalitas konsumen terhadap lini produk yang mencakup berbagai segmen, dari kendaraan entry-level hingga hybrid.
Posisi kedua kembali ditempati Daihatsu dengan penjualan ritel 137.835 unit dan wholesales 130.677 unit. Konsistensi Daihatsu menjaga pangsa pasar tak lepas dari dominasi model-model di segmen harga terjangkau dan kendaraan niaga ringan.
"Pencapaian ini menjadi penguat konsistensi Daihatsu dalam mempertahankan posisi nomor 2 penjualan otomotif nasional selama 17 tahun berturut-turut. Kepercayaan ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk dan layanan berkualitas demi menghadirkan kebahagiaan bagi pelanggan," kata Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani dalam keterangannya, dikutip Selasa (13/1/2026)
Persaingan sengit terjadi di bawahnya. Honda dan Mitsubishi Motors saling berkejaran, dengan Honda mencatatkan penjualan ritel 71.233 unit, sedikit di atas Mitsubishi Motors yang membukukan 70.338 unit. Namun dari sisi wholesales, Mitsubishi Motors berada di depan dengan 71.781 unit, sementara Honda mencatat 56.500 unit. Suzuki menutup lima besar dengan performa stabil, mencatatkan penjualan ritel 64.838 unit dan wholesales 66.345 unit.
Perubahan paling mencolok datang dari kehadiran brand China, terutama BYD. Produsen kendaraan listrik ini berhasil menembus enam besar dengan penjualan ritel 44.342 unit dan wholesales 46.711 unit. Capaian tersebut menandai semakin kuatnya penerimaan pasar domestik terhadap kendaraan listrik, sekaligus menggeser beberapa pemain lama.
Di segmen kendaraan niaga, Mitsubishi Fuso dan Isuzu masih mempertahankan dominasinya. Keduanya mencatat penjualan ritel di kisaran 25 ribu unit dan masuk dalam 10 besar nasional. Wuling dan Hino juga bertahan di daftar teratas penjualan ritel, meski volumenya berada di bawah pemain Jepang dan BYD.
Sementara dari sisi wholesales, jajaran 10 besar dilengkapi oleh Chery dan Hyundai. Chery mencatat distribusi 19.391 unit, sedangkan Hyundai membukukan 19.007 unit sepanjang 2025. Masuknya Chery menegaskan bahwa merek China tidak hanya bergantung pada satu pemain, tetapi mulai membangun basis pasar yang lebih luas.
Secara keseluruhan, data Gaikindo menunjukkan bahwa meski daya beli masyarakat masih tertekan dan pasar mobil nasional menyusut, minat terhadap kendaraan baru belum sepenuhnya surut. Brand Jepang masih memimpin, namun tekanan dari merek China, khususnya di segmen kendaraan listrik, kian nyata dan berpotensi mengubah peta persaingan otomotif Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Berikut daftar 10 merek mobil terlaris di Indonesia tahun 2025:
Retail 2025
1. Toyota 258.923 unit
2. Daihatsu 137.835 unit
3. Honda 71.233 unit
4. Mitsubishi 70.338 unit
5. Suzuki 64.838 unit
6. BYD 44.342 unit
7. Mitsubishi Fuso 25.613 unit
8. Isuzu 25.295 unit
9. Wuling 20.607 unit
10. Hino 20.517 unit.
Wholesales 2025
1. Toyota 250.431 unit
2. Daihatsu 130.677 unit
3. Mitsubishi 71.781 unit
4. Suzuki 66.345 unit
5. Honda 56.500 unit
6. BYD 46.711 unit
7. Mitsubishi Fuso 25.235 unit
8. Isuzu 25.121 unit
9. Chery 19.391 unit
10. Hyundai 19.007 unit.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

















































