China Kuasai Separuh Produksi Teh Dunia, Indonesia?

4 hours ago 2

Lucky Leonard Leatemia & Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

16 August 2026 13:30

Jakarta, CNBC Indonesia- Produksi teh dunia mencapai 7,05 juta ton pada 2024. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh berasal dari China. Data International Tea Committee (ITC) yang dikutip Tea & Coffee Trade Journal menunjukkan produksi teh China mencapai 3,74 juta ton atau setara 53% dari total produksi global.

Dominasi tersebut membuat jarak China dengan produsen terbesar berikutnya sangat lebar. India yang berada di posisi kedua memproduksi 1,29 juta ton atau sekitar 18% dari total dunia. Artinya, produksi teh China hampir tiga kali lipat lebih besar dibandingkan India.

Konsentrasi produksi ini membuat pasokan teh dunia sangat bergantung pada kawasan Asia. Dari delapan negara penghasil teh terbesar, tujuh berasal dari Asia. Hanya Kenya yang berasal dari luar kawasan tersebut.

Jika digabungkan, China dan India menghasilkan sekitar 71% produksi teh dunia pada 2024. Besarnya kontribusi kedua negara tersebut membuat perubahan produksi akibat cuaca, produktivitas kebun, maupun kebijakan perdagangan berpotensi memengaruhi keseimbangan pasar teh internasional.

China mempertahankan posisinya sebagai produsen utama karena memiliki areal perkebunan yang luas serta tradisi budidaya teh yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Volume produksi negara tersebut bahkan melampaui gabungan produksi India, Kenya, Turki, Sri Lanka, Vietnam, Indonesia, dan Jepang.

India menempati posisi kedua dengan produksi sekitar 1,285 juta ton. Sebagian besar hasil panen diserap pasar domestik sehingga negara tersebut berperan sebagai produsen sekaligus salah satu konsumen teh terbesar di dunia.

Di posisi ketiga terdapat Kenya dengan produksi 599 ribu ton atau sekitar 8% dari total dunia. Meskipun volumenya masih jauh di bawah India, Kenya merupakan eksportir teh terbesar di dunia. Kondisi tersebut berbeda dengan China dan India yang mengonsumsi sebagian besar hasil produksinya di dalam negeri.

Turki berada di posisi keempat dengan produksi 273 ribu ton, disusul Sri Lanka sebanyak 262 ribu ton. Vietnam menghasilkan 180 ribu ton dan menempati posisi keenam.

Indonesia berada di peringkat ketujuh dengan produksi 125 ribu ton atau sekitar 2% dari produksi teh dunia. Posisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri teh global, meskipun kontribusinya masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara pemimpin pasar.

Jepang melengkapi daftar delapan produsen terbesar dengan produksi 74 ribu ton. Sementara itu, seluruh negara di luar delapan besar menghasilkan sekitar 515 ribu ton atau hanya 7% dari total produksi global.

Data tersebut memperlihatkan bahwa industri teh dunia memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi. Sebanyak 93% produksi global berasal dari delapan negara. Struktur pasar seperti ini membuat dinamika produksi di Asia memiliki pengaruh besar terhadap ketersediaan pasokan teh dunia.

CNBC Indonesia Research

(emb)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |