Cak Imin Usul PNS WFH demi Efisiensi BBM Antisipasi Dampak Perang di Timteng

12 hours ago 4
Jakarta -

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengusulkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) kepada PNS. Dia mengatakan hal itu dapat menjadi upaya ini efisiensi bahan bakar minyak (BBM) di tengah potensi dampak ekonomi perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran di Timur Tengah.

"Jakarta macet itu BBM yang terbuang, padahal BBM perang kalau tidak segera berhenti akan naik harganya. Nah, dengan cara apa? Dengan cara yang PNS WFH, membatasi yang bekerja. Tapi ini hanya usulan saya. Usulan saya sebagai wujud pengurangan BBM," kata Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakpus, Minggu (15/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cak Imin mengusulkan efisiensi penggunaan energi di gedung kantor. Dia memerintahkan kantor DPP PKB melakukan hal tersebut.

"Hemat listrik, ini termasuk di DPP ini jangan lupa ini. Kurangi lampu, kurangi AC, semua efisiensi agar penggunaan bahan bakar tidak berlebihan. Jangan sok pakai AC di kantor-kantor, itu BBM semua yang itu impor semua," tegasnya.

Dia mengatakan subsidi BBM akan membengkak bila harga minyak dunia melambung tinggi. Sehingga, katanya, efisiensi diperlukan sejak saat ini.

"Subsidinya akan semakin membengkak, APBN kita juga akan membengkak," ucap dia.

Cak Imin mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan ekonomi jelang Lebaran Idul Fitri 1447 H. Dia mengatakan efek perang di Timur Tengah belum terlihat signifikan terhadap ekonomi.

"Kita terus monitor, sampai detik ini belum ada kesimpulan. Kita berharap dampaknya belum kelihatan. Kemarin hasil rapat kabinet terakhir menunjukkan laporan ekonomi berjalan masih normal, meskipun fluktuasi harga BBM naik-turun drastis, tetapi secara umum pertumbuhan masih oke," ucapnya.

Dia berharap daya beli masyarakat bisa terus baik saat Lebaran. Dia mengatakan PKB selalu mendukung kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Tinggal kita tunggu daya beli masyarakat selama Lebaran ini kita lihat, moga-moga tidak berdampak signifikan. Saya dan PKB mendukung langkah-langkah pemerintah untuk mengambil tindakan langkah-langkah antisipatif ya," ucapnya.

(tsy/haf)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |