Polisi masih terus mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang terjadi di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus). Polisi mengungkap baju korban bahkan sampai meleleh setelah terkena cairan diduga air keras.
Peristiwa penyiraman itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam. Polisi mengatakan terduga pelaku ada empat orang dalam kasus ini, dan pelaku sudah mengikuti pergerakan Andrie Yunus sebelum melakukan aksi jahatnya di kawasan Senen, Jakpus.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, korban disiram air keras saat mengendarai motor. Seketika korban merasa kepanasan dan menjatuhkan motornya di pinggir jalan hingga berteriak histeris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya baju korban yang robek meleleh. Barang bukti diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk kepentingan penyelidikan kasus.
"Melakukan pengiriman sampel baju dan helm milik korban ke Puslabfor Bareskrim Polri untuk mendapatkan hasil menentukan senyawa kimia apa yang terkandung sehingga korban mengalami luka bakar dan baju korban yang rusak atau meleleh," kata Reynold kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, polisi mendapati helm yang diduga milik pelaku. Saat ini helm tersebut juga sudah dikirim ke Puslabfor Polri untuk mencari tahu DNA terduga pelaku.
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers update kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus. (Rizky/detikcom)
"Pada tanggal 15 Maret 2026 melakukan pengiriman barang bukti helm yang diduga milik pelaku ke Pusiden Bareskrim Polri untuk mendapatkan sidik jari atau fingerprint dan ke Puslabfor Polri untuk mendapatkan DNA yang diduga milik pelaku," jelasnya.
Andrie Yunus sendiri mengalami sejumlah luka akibat peristiwa tersebut. Dia masih menjalani perawatan di RSCM. Pihak RSCM menyebutkan korban sudah berangsur membaik.
Kasus Diusut Tuntas
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan pihaknya akan mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Asep mengatakan kasus ini akan ditangani secara transparan dan profesional sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.
"Kami menegaskan bahwa Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut dilaksanakan sesuai arahan Presiden serta instruksi Bapak Kapolri agar seluruh tahapan berjalan profesional, transparan dan diproses hingga tuntas," ujar Asep dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3).
Dia mengatakan penanganan kasus ini mengedepankan kehati-hatian. Dia menyebutkan setiap informasi yang disampaikan ke publik tidak menimbulkan spekulasi yang keliru.
"Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah terverifikasi," ujarnya.
(wnv/jbr)


















































